Rabu, 16 Juli 2014

sekedar untuk direnungkan

"  We will not go down...
In the night, without a fight..
You can burn up our mosques and our homes and our schools..
But our spirit will never die..
We will not go down..
In Gaza tonight.. "


Gaza kembali membara, kepulan asap tebal dari sisa-sisa mesiu dan bangunan-bangunan yang terbakar memenuhi angkasa. Bumi Palestina yang penuh berkah itu kembali digenangi darah orang-orang tak berdosa yang dibantai makhluk-makhluk durjana tak bernurani yang buta mata hatinya. Puluhan ribu orang meninggal dunia dan entah berapa banyak lagi yang terluka dan cedera. Beratnya beban penderitaan mereka, baik fisik maupun psikologis, sudah tidak terbayangkan lagi beratnya. Miris memang saat aku mendengarnya. mengingat bahwa saat ini, saudara saudara kita di Palestina mungkin sedang berlari mencari tempat perlindungan, bahkan mereka pun tidak tau apakah mereka mati atau hidup. sedangkan kita? masih bisa menjalani ibadah puasa dengan penuh berkah dan nikmat . sangat berbeda dengan saudara saudara kita disana.


namun lebih miris lagi saat aku tersadar bahwa banyak umat islam ditempat lain justru berleha leha dan tidak berjuang secara totalitas, tidak menjalankan kewajibannya, dan hanya menjalankan hanya sebagai formalitas saja. khususnya di momen ramadhan tahun ini. padahal, saudara saudara kita di palestina harus berjuang ditengah bulan ramadhan ini dengan semangat yang tak pernah ada habisnya. berjuang melawan kebiadaban israel yang jelas2 bagi mereka adalah keharusan. sayang. sayang dan sangat disayangkan apabila perjuangan kita dalam momen ramadhan ini tidak totalitas, sementara saudara kita disana sedang berjuang melawan israel mewakili seluruh umat islam di dunia.

Penduduk Gaza bukanlah orang-orang hedonis yang hidupnya serba materialistis, boros dan bergelimang kemewahan harta. Mereka adalah orang-orang yang tahan uji, kuat mental dan memiliki spiritualitas yang tinggi. Banyak di antara mereka adalah diantara orang-orang yang menjaga amanah Al Quran yang diberikan kepada manusia oleh Allah SWT. sangat berbeda dengan masyarakat saat ini..

Mungkin kita akan bertanya, mengapa Israel begitu ngotot menginginkan Palestina? Karna kawasan Palestina adalah kawasan yang sangat penting, kawasan yang strategis dari sisi politik, budaya, ekonomi, kawasan yang memiliki keistimewaan yang tiada duanya. Menguasai Palestina artinya menguasai semua jalur utama politik dan ekonomi dunia. Penguasaan atas Palestina berarti menguasai seluruh kawasan (Timur Tengah) dan kawasan Islami. Menguasai Palestina berarti menguasai bridge-head di jantung dunia untuk menguasai semua bangsa. Dan tentu saja, penguasaan Palestina adalah cita-cita historis sebagian kekuatan-kekuatan Barat. 

Melihat situasi yang berkembang tersebut, lantas bagaimana sikap dari mayoritas rakyat Palestina, khususnya para pejuang Palestina berkaitan dengan upaya penyelesaian konflik? Bagi mereka, masa depan Palestina harus diperjuangkan sendiri oleh rakyat sipil Palestina melalui gerakan intifadah dan muqawamah. Karena sebagian besar para elit politik formal Palestina terbukti sangat permisif, enggan menjadikan semangat Islam sebagai basis dan bahkan berkolusi dengan Israel. Rezim Zionis ini tidak layak dijadikan lawan dalam dialog dan perundingan. Sebagai biang krisis, rezim ini harus dimusnahkan untuk kemudian ditampilkan pemerintahan yang dikehendaki rakyat Palestina sendiri.


lantas bagaimana dengan kita? sudah sampai manakah perjuangan yang kita lakukan? sudah maksimalkah proses yang kita lakukan? 
semoga ini bisa menjadi renungan untuk bisa mengintrospeksi diri agar bisa lebih totalitas dalam berjuang . hingga akhirnya semua akan berujung pada sebuah kemenangan.