Kamis, 30 April 2015

MIMPI DAN IMPIAN

MIMPI dan IMPIAN
Oleh : Rizky Amalia.
Suara gemuruh terdengar ditelinga seakan memperingatkan bahwa hujan sedang marah. Kupandangi jendela yang perlahan dibasahi oleh rintikan hujan tersebut. Rasanya dingin. Sedingin hati ini.
Aku masih terdiam sepi. Duduk seorang diri hanya ditemani laptop dan secangkir kopi. Kutulis terus apa yang ada dipikiranku, kata demi kata kutulis terus hingga menjadi tulisan indah yang hanya bisa kusimpan dalam laptop kesayanganku.
“ indaah.. “ – ucap kak dias dari depan pintu kamarku
“ apa kaaaak “ – jawabku sambil terus menatap layar laptop
“ belajar, jangan nulis mulu. “ – ucap kak dias
“ ini juga lagi belajar kok. “ – jawabku dengan santainya
“ mana belajar. Ndah, udah deh. Berhenti kayak gini mulu. Mau sampe kapan? Sekolahmu tuh urusin. lagi ujian juga “ – jawab kak dias
“ sampe mesin cuci bilang mesin cuci butuh noda kak, baru aku berenti. “ – ucapku

Aku lelah, dan sangat lelah. Bukan lelah menulis. Aku hanya lelah dengan hidupku yang seperti ini. Kututup mataku sambil kurebahkan kepala diatas bantal kesayanganku.
***
“ ndah, nih ada lomba nulis. “ – ucap santi
“ males. Palingan juga gak menang lagi, capek aah “ – jawabku sambil melempar pamphlet yang dibawakan santi
“ dicoba dulu ndaaah, kamu mah cepet banget putus asa asih. Nyoba aja belum “ – jawab santi
“ santi sahabat indah tersayang, kamu kan tau udah seberapa sering aku ikut gini ginian tapi ga ada hasilnya. Udah ah capeek. Bener kata kak dias kayaknya, punya mimpi jadi penulis itu emang gak realistis. Apalagi sampe mimpi jadi penulis macem jk rowling, oh God that’s too high darling. “  - jawabku
“ jelas aja gak pernah kesampean. Karna kamu Cuma bermimpi ndah. “ – jawab santi
“ maksud kamu ? “ – jawabku sambil menatap dalam dalam wajah santi
“ ndah, bermimpi sama impian itu beda. Kalo kamu Cuma mimpi, jelas ga akan kesampean. You’re just dreaming, not doing something. ketika kamu bilang kamu Cuma bermimpi, yaudah Cuma mimpi aja, abis itu kamu bangun gak ada yang berubah. Semua memang hanya mimpi. Tapi kalo impian, adalah sesuatu yang ingin kamu capai. Sesuatu yang sangat kamu damba dambakan. Ketika kamu punya impian, dan kamu taro terus disini, dihati dan pikiran kamu. otomatis alam bawah sadar kamu akan ikut terpacu dan mengarahkan kamu untuk bisa sampe ke impian kamu itu. Itu yang membedakan orang yang Cuma bermimpi dengan orang yang punya impian. Karna orang yang punya impian akan lebih optimis dalam ngejalanin hidupnya ndah. “ – ucap santi
Aku hanya terdiam mencoba mencerna kata kata santi. Santi memang sahabatku yang paling baik, dia selalu ada untukku. Selalu mensupportku dan tak pernah meninggalkanku. 
“ heh, udah jangan bengong. Mending skarang kamu siapin tulisan terbaik kamu. terus kasih ke aku nanti aku edittt. Dan kita kirim kesitu. “ – ucap santi
“ makasihhhhh sahabat sekaligus editor kesayangannkuu “ – ucapku sambil memeluk indah
Setelah memikirkan kata kata santi yang memang ada benarnya juga, Akupun mencoba untuk menyiapkan tulisan terbaikku yang rencananya akan kukirim ke penerbit yang direkomendasikan santi.
Hari demi hari kulewati, aku focus menyelesaikan novel keduaku yang memang sudah jadi dari beberapa bulan lalu. Aku hanya merevisi beberapa bagian cerita sebelum akhirnya aku berikan ke santi untuk di edit olehnya.
“  nih , udah aku revisi. “ – ucapku sambil memberikan flashdisk ke santi
“ okesip. Gitu dong, ini baru namanya sahabat santiiiiii “ – jawab santi sambil mencubit pipikuu
“ santiiiiiiii. Sakittttttttt ihh “ – ucapkuu setengah berteriak.
Disisi lain, santi pun mencoba untuk mengedit softcopy tulisan yag diberikan oleh indah. Santi memang suka sekali membaca tulisan tulisan indahnya indah. Karna menurut santi, tulisan indah memiliki cirri khas tersendiri yang ketika dibaca seolah olah pembaca dibawa masuk kedalam dunianya.
Setelah selesai mengedit, santi pun segera mengirimkan file tersebut ke email penyelenggara lomba. Dan mengambil ponselnya lalu mengetik sebuah pesan ke indah
To: indah my besties (628788039xxx)
“ haiii, novel syudah aku kirim yah. Semoga menang indah sayaang :* “
Sent to indah my besties Succesully.
Sejak itu, aku semakin percaya diri dengan tulisan tulisanku. Semenjak santi menjelaskan tentang mimpi dan impian. Santi membuka pandanganku dan mengubah paradigmaku tentang mimpi.  Aku semakin terpacu untuk mewujudkan impianku. Aku ingin menjadi seorang penulis novel seperti JK Rowling yang reward nya diberikan untuk disumbangkan kepada panti asuhan. Aku juga sangat ingin bisa masuk perguruan tinggi favouriteku yaitu Universitas Indonesia dan mengambil jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Yah setidaknya itulah jurusan yang paling mendekati dengan hobby menulisku. Kemudian melanjutkan Master ku di Oxford University, yeaahh England. Aku bener bener pengen banget kesana, tentu tidak hanya sekedar kuliah. tapi juga bisa sekaligus bertemu dengan penulis favouriteku, siapa lagi kalau bukan JK Rowling.
Ah baiklah, membicarakan impianku memang tak akan pernah ada habisnya. Lebih baik sekarang aku belajar karna besok aku harus ujian.
***
Koridor sekolah, depan kelas
“ santiiiiiii.. “ – ucapku setelah ujian usai
“ hai, gimana ujian nya? Tau gak? Hampir aja aku lupa kasih tau kamu kalo pengumuman pemenang lomba novel itu nanti malem jam 10. Gimana kalo kamu nginep dirumahku dan kita buka web nya bareng bareng ? “ – jawab santi
“ hemm.. boleeeh heheheh yaudah yuk makan , laper aku sannn “ – jawabku sambil merangkul santi menuju ke kantin
Hari itu waktu terasa begitu cepat, aku sudah berada dirumah santi sekarang. Jarum jam tepat berada diangka 9.25 pm , aku sudah tidak sabar ingin melihat pengumuman lomba nulis tersebut. Ada rasa degdegan dalem hatiku yang bikin aku jadi sedikit gelisah.
“ ngapain bengong? Gih buka webnya “ – ucap santi yang heran melihatku melamun didepan laptop yang masih tertutup.
Melihat aku tak berkutik, akhirnya santi yang membuka web nya. Dan beberapa detik kemudian diapun menutup laptopnya dengan wajah murung.
“ kenapa? Gak ada namaku ya disitu? Kan uda aku bilang pasti gabakal menang san. Aku kan hanya penulis amatiran. “ – ucapku sambil merebahkan tubuhku diatas kasur dan membiarkan santi tetap duduk didepan laptopnya. Akupun memejakmakan mata, ada sedikit rasa kecewa dalam hatiku yang sengaja tak kutunjukkan pada santi. Aku tak ingin melihatnya sedih jika tau kalau aku kecewa.
“ indah.. ndahh.. INDAAAAAAHHHHH. “ – tiba tiba santi membangunkanku, padahal aku tidak tidur.
“ apaan sih san kamu berisik banget. “ – ucapku
“ sini duluu liattt “ – ucap santi
“ engga ah males. Kamu aja “ – jawabku
“ bener nih gak mau liat? “ – goda santi
“ iya nggak mau, bodo “ – jawabku sambil menutup mukaku dengan bantal
“ ntar nyesel loooh hahahaah yaudah deh indahnya gamau liattt yaa “ – jawab santi smabil tertawa
“ emang apasih ? “ – jawabku
“ yee makanya sini jangan sok sok tidurrr “ – ucap indah
Akupun memaksakan diri untuk menghampiri indah ke meja belajar dan kupandangi dalam dalam layar laptop tersebut. Sungguh membuatku bingung dan tak bisa berkutik.
“ novel kedua kamu emang gak lolos ndaah tapi liat deeh liat. You can see, novel pertama kamu menanggg juara 1 ndaah… juara satuuuuuuuu. Selamat yaaa sayaaaangggg  “
“ wait wait wait, ini aneh, sumpah. Kapan kamu ngirim tulisanku yang ini? Kan aku kasih nya file yang novel kedua. “ – jawabku
“ iya tapi ternyata satu orang boleh ngirim lebih dari satu karya, dan aku ngirim dua karya tulisan kamu buat jaga jaga karna memang dua duanya bagussss, dan bener ajaaaa kaan hehehehh. Kamu emang hebattt deeehhh “ – jawab santi sambil memelukku
“ dan kamu editor sekaligus sahabatku yang jauhh lebih hebat. Makasih santiiiiii sumpah gaktau harus ngomong apa. “ – jawabku terharu sambil memeluk santi
Yaps. Aku berhasil memenangkan lomba novel. Dan novel perdanaku menjadi juara satu. Aku mendapatkan hadiah berupa kontrak penerbitan sekaligus pelatihan kepenulisan. Plus tiket jalan jalan ke Lombok. Haaaaaaa terimakasih tuhan. Dari puluhan tulisan yang pernah aku kirimkan, baru kali inilah tulisanku bisa lolos dalam sebuah perlombaan. Semoga ini langkah awal untuk terus bisa menuju impian terbesarku.
***
Waktu pun berlalu, setelah mengurus kontrak dan berdiskusi dengan pihak penerbit, novelku langsung masuk dapur percetakan dan 2 bulan kemudian sudah beredar di toko toko buku. Aku sangat bahagia, bukan karna royalty nya, tapi memang mempunyai buku sendiri itu adalah salah satu dari impianku. Aku tak pernah terfikirkan kalau tulisanku bisa beredar dalam bentuk buku dengan jumah besar. Its like a dream.
Beberapa waktu kemudian, pengumuman kelulusan dan seleksi SNMPTN pun dibuka. Aku berhasil lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Bukan hanya itu, tapi juga berhasil menembus PTN favourite ku di jurusan bahasa dan sastra Indonesia. Sedangkan Santi di jurusan Arkeologi. Rasanya aku benar benar seperti terbang melayang. That’s really unpredictable. Aku merasa impian ku semakin dekat. Aku merasa bahwa perjuanganku kini tak sia sia. Aku janji, aku gak akan menyia nyiakan kesempatan ini. One step closer, aku tinggal menempuh beberapa titik lagi.

***
Sekarang, aku udah jadi mahasiswa UI. Waktu terus berjalan. Setahun dua tahun tiga tahun dan empat tahun berlalu, aku masih terus konsisten pada impian dan cita citaku. Hingga akhirnya aku berhasil menyelesaikan skripsiku yang berjudul “Analisis Pembentukan Watak Tokoh Dalam Novel Harry Potter”.
“ indah, ada surat buat kamu “ – ucap kak dias
“ siapa coba jaman semodern ini maasih kirim kirim surat. “ – jawabku sambil mengambil surat di meja
“ hah? Kedutaan inggris ? “ – jawabku sambil terheran heran. Dan segera kubuka surat tersebut
Sungguh, rasanya seperti ketiban durian runtuh. Aku hampir tak percaya dengan isi surat tersebut. Yang menerangkan bahwa aku berhasil diterima menjadi mahasiswa S2 Konsentrasi Penelitian dan Pengembangan Sastra di Oxford University. Entahlah aku seperti berada dalam mimpi yang sempurna. Kalapun ini mimpi, aku harap aku tak usah bangun lagi. Tapi ini kenyataan. Kenyataan dimana aku berhasil menempuh beberapa target impianku. Andai mama dan papa masih ada, pasti mereka sangat bangga padaku. Tapi aku juga tak tega meninggalkan kak dias satu satunya keluargaku yang masih tersisa. Tapi aku juga sangat ingin berangkat ke Oxford dan mengejar impian terbesarku.
“ seneng ? “ – ucap kak dias
“ bingung malahannnn “ – jawabku
“ harus seneng dong, gimana sih kamu “ – ucap ka dias
“ emang kaka gapapa aku tinggal sendirian ? “ – jawabku
“ ndah, kaka mu ini bentar lagi juga mau menikah. Jadi kaka gaabakal kesepian lagi. Kamu belajar aja yang bener, kejar terus impian kamu. nanti kaka pesenin tiket pesawat dan kaka akan anter kamu kesana. Kebetulan ada teman kaka yang tinggal disana. Kamu bisa kaka titipin ke dia. “ – jawab kak dias
“aku tersenyum dan memeluk kak dias. Tanpa terasa kuteteskan air mata bahagiaku diatas pundaknya. Aku bahagia, tapi aku sedih harus meninggalkan kakakku tersayang. Ohiya sinta harus tau kabar ini, dia pasti seneng banget. Akupun bergegas untuk menghubungi sinta.
Sebulan kemudian, selesai mengurus administrasiku di kedutaan, kini tibalah dimana aku harus pergi meninggalkan tanah air untuk menimba ilmu negeri ratu elizabet. Rasanya benar benar seperti berada diatas awan. Dipesawat aku merasa sedikit gelisah, mungkin karena tak terbiasa pergi jauh jauh. Kupejamkan mataku berharap segera sampai di negeri ratu elizabet tersebut.
***
“ indaaaahh.. ndahh… INDAAAAHHHH bangunnn udah jam berapa hari ini kan kamu ada ujiaaan “ – Ucap kak dias membangunkanku
“ kita udah sampe mana ? “
“ sampe mana. Sampe mana. Makanya banguuunnnn. Mimpi mulu sih. Gimana mau kelar tulisannya kalo tidur muluuuuu “ – jawab kak dias
“ iya iya bawelll “ – jawabku
Ternyata hanya mimpi. Kalo tau mimpinya indah seperti itu mending gausah bangun. Tapiiii enggak deh, satu hal yang masih kuinget, aku gakmau terus terusan ada dalam mimpi. Apalagi terus terusan bermimpi. Yang kuinginkan adalah merealisasikan impianku. Mulai saat ini aku janji, aku akan terus letakkan impianku disini, dihati dan pikiranku.

Senin, 27 April 2015

Hidup Sekali, Berarti, lalu Mati..

Hidup sekali, Berarti, lalu Mati…
“aku lebih memilih mati secara berarti daripada hidup tanpa arti”
Corazon Aquino

Ada sekelompok manusia yang memadatkan usianya dengan beragam karya. Namun adapula yang sudah merasa cukup hidup dengan aktivitas yang apa adanya. Tak penting mereka siapa. Yang lebih penting, kita termasuk yang mana?
Ada yang mengisi hari dengan beragam kontribusi. Namun ada pula sekelompok manusia yang hidupnya hanya memperjuangkan kesenangan daan kebahagiaan diri sendiri. Tak penting mereka siapa. Yang lebih penting kita yang mana?
Ada yang memilih mengabdikan hidup jadi pahlawan, namun ada pula yang hanya puas jadi penepuk tangan. Tak penting mereka siapa. Yang lebih penting kita masuk yang mana?
Ada yang memilih hidup dengan aktif jadi pemain, namun ada pula yang sudah cukup puas ditepi lapangan kehidupan untuk jadi penonton. Tak penting mereka siapa. Yang lebih penting kita masuk yang mana?
Ada yang gagah memilih hidup dengan berdiri tegak menentang ombak. Namun ada pula manusia yang lebih suka memilih hidup mengalir laksana air. Tak penting mereka siapa. Yang lebih penting kita masuk yang mana?
ada yang hidup dengan menghemat umur dengan berbagai aktivitas produktif. Namun ada pula yag hidupnya terkungkung dengan bayangan sikap permisif. Tak penting mereka siapa. Yang lebih penting kita masuk yang mana?
Ada yang ketika lahirnya, semua orang disekitarnya tersenyum manis dan ketika dia tak ada semua orang menangis tersedu-sedu. Namun ada pula yang ketika dia lahir semua orang tersenyum manis, dan ketika dia tak ada senyum orang disekitarnya tersenyum semakin manis. Tak penting mereka siapa. Yang lebih penting kita masuk yang mana?
Ada orang yang tak rela waktunya tersita oleh beragam aktifitas biasa. Tapi ada pula manusia yang usianya tersita oleh aktifitas yang penuh dosa. Tak penting mereka siapa. Yang lebih penting kita masuk yang mana?
Ratusan abad silam, dunia dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yatim yang mampu menorah prestasi tak terkira. Diusia balita ia sudah piatu. Lengkap sudah hidupnya tanpa orangtua. Tapi ia bukan anak yang manja. Di usia 12thn ia memegang unit usaha internasional abu thalib sampai ke Syam dan berhasil menjadi menjadi penjual suksus berkat kejujuran yang dipegangnya. Usia 20an ia dipercaya memegang bisnis besar yang diinvestasikan oleh khadijah.
Tak lama kemudian, beliau membuktikan diri sebagai panglima dan administrator miniter yang tiadaduanya. 10thn dimadinah, 300 detasemen beliau pimpin dengan suksus luar biasa. 2 imperium besar, Persia dan Romawi terpaksa mengakui keagungannya. Dan dunia mengenalnya dengan baik, dengan sebutan Muhammad.
Di belahan bumi yang lain, ada seorang pria sederhana. Ia menyaksikan kesewenangan penguasa terhadap rakyatnya . ia melihat ketidak adilan yang dilakukan terhadap rakyat tertindas sudah kelewat batas. Ke dzaliman dan penyiksaan sudah tidak berprimanusiaan.
Dalam catatan hariannya pria itu menulis”saat itu tak ada orang eropa yang bersedia memebantu membalut luka mereka. Kami harus emmebersihkan luka-luka orang zulu yang sudah tak dirawat setidaknya setelah lima/ enam hari lalu, karena itu lukanya membusuk dan sangat menakutkan.
Pria itu meradang dan dengan keras melakukan penentangan. Ia terus-menerus melakukan perlawanan. Baukan dengan kekerasan. Baginya, kekerasan tak bisa diselesaikan dengan kekerasan pula. Baginya, bila mata dibalas mata, semua manusia akan gelap mata.
Pria itu pun mencetuskan gerakan tanpa kekersan. Kesadaran itu diwujudkan dengan mengeluarkan prinsip perjuangan, bramkhacharya(mengendalikan hasrat seksual), satyagraha (kekuatan kebenaran dan cinta). Swadeshi (memenuhi kebutuhan sendiri) dan ahimsa (tanpa kekerasan terhadap semua makhluk hidup). Dunia pun mengenal baik nama pria luar biasa itu. Mahatma Gandhi
Begitulah hidup, memang bermula dengan B(birth) dan berakhir dengan D(death). Tapi ingat, bahwa antara B dan D ada C(choice). Hidup adalah pilihan. Mau jadi pahlawan atau pecundang. Numpang lewat atau menebar manfaat. Ingin jadi winner atau looser. Mau juara atau biasa-biasa saja. It’s your choice
Hidup hanya sekali. Maka pilihlah yang  penuh arti. Yang penuh prestasi dan kontribusi. Yang jasadnya mati tapi namanya tetap abadi. Yang hidupnya mulia dan matinya dikenang sejarah. Yang dunia bahagia, di akhiratnya meraih surge. Yang didunia dicintai manusia, di akhirat hidup bersama ridha tuhannya..
Hidup hanya sekali, Berarti lalu Mati

Mimpi dan Impian


MIMPI dan IMPIAN



Selamat pagi, postingan kali ini adalah tentang Mimpi dan Impian. apasih mimpi? dan apakah impian? bukankah saama sajaa? Yaps sebagian dari kita mungkin akan berfikiran seperti itu ketika mendengar kata Mimpi dan Impian. kemudian menggunakan kosakata tersebut secara bebas dan orang yang membacanya pun akan memaknainya secara bebas, karna bahasaa bersifat arbitrer. 

FYI, Mimpi dan Impian itu ternyata beda loh guys. mimpi atau bermimpi itu adalah komunikasi antara pikiran, tubuh dan jiwa kita dalam keadaaan tidak sadar. dimana apa yang ada dalam mimpi kita itu gak lain dari sesuatu yang pastinya udah kita ketahui sebelumnya. dan saat kita terbangun, kita pasti 80% akan lupa sama mimpi tersebut, ya paling inget hanya beberapa aja. 

sedangkan Impian, mungkin kata katanya mirip dengan mimpi. tapi sebenernya sih kalo menurutku impian itu memiliki makna yang berbeda dari mimpi sendiri. meskipun kata dasarnya samasama impi.
Impian adalah sesuatu yang sangat kita inginkan atau ingin kita capai dalam jangka waktu yang cukup lama. sesuatu yang sangat kita damba dambakan. yaa pokoknya sesuatu yang sangatt pengen kita capai deh.

nah, lalu apasih bedanya mimpi sama impian? ya bedalah jelas. ketika kita hanya bermimpi, ya itu dilakukan dengan tidak sadar, dan cuma ada dalam pikiran alam bawah sadar kita, just dreaming. not doing something. sehingga ketika kita terbangun dari mimpi, ya udah,. gak akan ada yang berubah. 
sedangkan impian, sifatnya lebih kepemilikan. ketika kita memiliki impian, dimana impian adlah yang sudah dijelaskan tadi. dan kita taro impian kita dalam hati dan pikiran secara kontinue, tentu alam bawah sadar kita akan ikut terpacu dan mengarahkan tindakan tindakan kita untuk mencapai impian tersebut. karna itulah orang yang memiliki impian dan tekad lebih cenderung optimis daripada orang yang gak punya impian. so, jangan cuma bermimpi.. tapi bangun dan sadarlah dari mimpi mu. daaan,,, make your dreams come truee.

semangat!! karna orang yang optimis adalah orang yang memiliki impian. dn orang yang sukses adalah orang yang mampu merealisasikan impiannya menjadi kenyataan. - Rizky Amalia