Minggu, 16 September 2018

hancurkan saja semuanya

pernah nggak sih ngerasa lagi ada di titik yang bener bener drop banget. drop mental, psikis, dan mungkin mendekati depresi.

aku pernah dan aku sedang merasakannya.

bingung, kesel, kecewa, lelah, sedih. mungkin itu yang bisa menggambarkan bagaimana perasaaanku saat ini. entah bagaimana rasanya aku mengurangi semua beban itu. aku merasa tak ada satupun orang yang mampu memahami apa yang kurasa.

ingin rasanya aku merasakan baagaimana rasanya benar benar dicintai. tapi dengan siapa ? peduli pun belum tentu dia begitu. jangankan untuk mendengar semua keluh kesahku. aku minta waktunya sebentar aja rasanya susah sekali. setengah jam untuk makan bersama, diapun menolak. ku ajak nonton, masih menolak. bingung aku rasanya. rasanya tahun ini aku benar benarrrrr jatuh. tak tau harus berkata apa.

semua make a wish ku seketika tak ada yang terwujud satupun. dirinya masih tetap saja seperti itu, selalu tak acuh terhadapku. bahkan tak jarang dia lebih mementingkan temannya daripda aku yang kekasihnya.'

setengah jam kuminta waktunya, akan kalah dengan 4 jam yang dia berikan untuk bermain game bersama temannya.
lalu apakah aku masih ada artinya ?

ingin rasanya aku menangis sekencang kencangnya. tadi sudah, tapi rasanya belum puas. aku ingin sekali berteriak. aku butuh liburan. aku butuh suasana baru yang bisa menenangkan psikisku saat ini.
aku butuh orang yang bisa mengerti diriku saat ini.
aku butuh dia.. yang mampu menjaga hati dan perasaaannya untuku.
aku butuh kamu.

Sabtu, 21 Juli 2018

Aku benci asap rokok!!!!

Dalam kamu hidupku, orang perokok aktif adalah orang paling egois sejagatraya. Bayangkan saja, dia enak-enakan menikmati setiap batang racun itu, tetapi aku yang berusaha sekuat tenaga utuk hidup sehat, malah kena getahnya.

Padahal, kamu tau? Orang yang tidak pernah merokok sama sekali, jauh lebih terancam nyawanya dibanding perokok itu sendiri. Kalau perokok mengisap racun yang baru dibakar, sedangkan perokok pasiflah yang menghirup bekas pembakaran rokok. Alias asapnya. Kebayang dong gimana kotor dan beracunnya asap tersebut?

Yap, inilah yang terus kualami setiap harinya. Berada dalam lingkungan perokok selama beberapa tahun membuat kepala ku selalu terasa pusing tujuh keliling. Bahkan, sering rasanya aku ingin pingsan dan lemas seketika.
Lalu mereka? Berhenti? Tidak! Mereka justru dengan nikmatya tengan menghisapnya sampai berbatang-batang. Tak peduli bahwa orang disampingnya tengah berusaha menahan sesak.

Lalu aku harus gimana ? Aku juga bingung harus gimana. Maklum, aku bukan siapa-siapa.
Bahkan pacarku sendiri pun perokok aktif. Walaupun aku sering mentreatment untuk perlahan berhenti merokok. Entah dengan membelikannya vaping dan liquid pengganti rokok, atau yng lainya. Ah tapi kurasa itu tak berguna. Nyatanya dia tetap merokok, menjengkelkan memang. Tapi, apa bisa kuperbuat?
Entah aku yang terlalu pasrah, atau memang perokok-perokok itu yang tidak punya hati. Tetapi, bagiku perokok adalah orang paling jahat yang berpotensi membunuh seseorang perlahan-lahan.