Kamis, 04 April 2019

Kepingan Hati Yang Hancur

"aku memang terlanjur mencintaimu, dan tak pernah ku sesali itu. seluruh jiwa telah ku serahkan, menggenggam janji setiaku."

Alunan lagu Kerispatih mengalun lembut ditelingaku membuatku sedikit menitikan setitik air di ujung mata. Malam ini 4 april 2019 pukul 2.32 dini hari. Ahh shit! Mimpi apa aku kemarin malam hingga kudapati perasaan sedih kesal depresi tak karuan seperti ini.

Pernahkah kamu merasakan sakit hingga habis air matamu ? Aku pernah. Dan saat ini tengah merasakannya.
Pernahkah kamu merasakan perasaan cinta dan sayang yang begitu dalam ? Aku pernah. Dan hal itu selalu kulakukan setiap harinya.
Memberikan segenap perasaanku dan menjatuhkan hatiku  sejatuh-jatuhnya pada seseorang yang sejak tahun 2013 selalu menjadi orang spesial dalam hidupku.

hampir 4 tahun kujalani semua ini dengan sepenuh hati. kugantungkan harapan dan masa depanku disana, hingga akhirnya aku harus mengalami hal tak mengenakkan untuk kedua kalinya. Entah bagaimana lagi aku harus menghadapinya, aku sendiri sudah tak mampu untuk berharap apapun. Aku memang mencintainya, tapi aku tak tau hatinya untuk siapa. Untukku ataukah ada yang lainnya ?

perempuan mana yang tidak kecewa melihat kekasihnya lebih perhatian dengan selingkuhannya. Bahkan, akupun tak pernah melihat dia seantusias seperti dengannya ketika bersamaku.
Aku gagal. ya, aku gagal menjadi satu satunya orang dalam hidupnya. aku gagal karena sudah ada orang lain yang berhasil masuk sebagai orang ketiga.

kau tau rasanya seperti apa ? seperti tulang yang hampir copot. aku tak kuat menahannya. tapi aku juga tak ingin membiarkan dia jatuh pada perempuan lain. lalu aku harus apa? memaafkannya terus menerus hingga ia mengulanginya untuk yang ketiga kali, empat kali bahkan seterusnya ?