Postingan

Dia

Dia bukan orang yang romantis seperti pria lain diluar sana. Bukan juga pria yang memiliki sejuta perhatian seperti layaknya kekasih lain diluar sana. Bukan juga pria yang bisa membawakan bunga ataupun puisi romantis untuk pacarnya. Dia hanyalah dia. Seorang pria biasa yang bagiku dia adalah satu satunya pria paling istimewa diantara semua pria yang saya kenal. Yang dengan kekonyolan dan keanehannya mampu membuat saya jatuh cinta setiap harinya. Yang terkadang angkuh dan antagonis tapi tetap membuat saya tak ingin berhenti mencintainya. Dia keras. Seperti batu. Dia galak, seperti burung gagak. Dia menyebalkan. Dia cuek. Bahkan tidak peka. Tapi entah kenapa saya seperti memiliki sungai kesabaran yang tak ada habisnya. Yang membuat saya untuk selalu tetap berdiri disini. Mencintai dia sepenuh hati saya. Bahkan membuuat saya ingin terus mendampinginya. Dan dia adalah dia. Yang selalu membuat saya bahagia.

Siapa aku? Aku siapa?

Saya mungkin bukan wanita pertama yang datang dan mengisi kehidupanmu. Bukan juga yang paling cantik diantara wanita wanita yang pernah mengisi hari hari kamu. Saya hanya wanita biasa, yang kebetulan dipertemukan dengan tidak sengaja oleh Tuhan. Entah itu yang dinamakan takdir, tapi yang jelas. Bertemu denganmu adalah salah satu hal yang paling mengesankan. Dan saya berterimakasih, atas apa yang telah kau berikan pada saya, baik waktu maupun tempat yang sudah kau berikan untuk saya. Dan saya harap, satu satunya wanita yang ada di urutan pertama dalam kehidupanmu adalah "ibu" kamu. Entah saya harus tulis apa lagi, rasanya sudah terlalu banyak postingan dan tulisan saya yang menceritakan tentang kamu juga tentang kita. Tapi sebelum saya tutup tulisan ini, satu yang pasti. Saya akan terus berada disamping kamu, sebagai orang yang akan terus mensupport dan memberikan apa yang bisa saya berikan.  Tetap semangat sayang, semoga Allah selalu melancarkan segala urusan dan pekerjaanmu....

Masih adakah aku ?

Gambar
mungkin sekarang semuanya sudah berbeda. dimana aku bukanlah prioritas untuk kamu. semenjak kamu ketempat ini, aku merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam dirimu, entah apakah itu perhatianmu, atau rasa peduli dan kasih sayangmu. aku merasa aku bukan apa apa disini. aku taum tujuanmu disini bukan untuk menemuiku, tapi karna kau lebih mementingkan pertemanan dan keinginanmu. aku tak masalah, tapi apakah harus kau melupakanku seperti ini? kau bermain sesuka hatimu tak kenal waktu. tak peduli bahwa aku disini juga ingin sedikit perhatian darimu. sementara aku, untuk bisa meminta sedikit waktumu saja harus mengemis ngemis itupun sulist kau mewujudkannya. dulu sebelum ketempat ini, kau tak pernah seperti ini. bahkan kau masih bisa meluangkan waktumu walau hanya untuk sekedar mengantarku pulang, atau makan malam diluar. atau mencari tempat tempat nyaman hanya untuk becerita. dulu kau tak seperti ini bi.. setidaknya dulu aku masih bisa merasakan adanya kasih dalam dirimu. tak sepe...

yang tak terucap

Hingga pada saat nya tiba, beberapa orang menanyakan hal itu kepadaku, aku hanya tersenyum menjawabnya. Karna aku sendiri pun bingung harus berkata apa. Tak lama kemudian, beberapa diantaranya mulai mengolok-olokku. Mereka bilang kenapa hanya aku yang menunjukkan, kenapa tidak demikian dengan dirinya. Lagi lagi aku harus membohongi diriku sendiri, kubilang “karna kuotanya sedang habis”. Lagi lagi muncul dalam pikiranku, sebenarnya aku ini siapa? Siapa aku dimatanya? Kuusap sedikit air mata yang mulai mengalir diujung mataku, aku tak ingin ada siapapun yang menyadari bahwa ada kesedihan dalam diriku saat tiba-tiba aku merasa bahwa selama ini dia tak pernah menganggapku ada. Entah karna dia malu untuk mengakui nya, aku cukup sadar diri. Aku bukan wanita yang memiliki paras cantik layaknya orang-orang yang pernah ia kagumi. Aku juga bukan  orang yang pandai merias diri dengan make up seperti perempuan lainnya. Aku hanyalah aku, cukup seperti ini. Dengan gayaku yang simp...

25th Yudi's Birthday

Gambar
Selamat ulangtahun yang ke 25 sayangnya aku yang paling sabar, yang paling galak ngadepin sifat aku yang kekanak kanakan, yang paling bisa bikin aku nangis dan ketawa dalam waktu yang bersamaan. Yang selalu marahin dan maki maki aku kalo aku salah, (tapi aku tau itu semua supaya aku bisa jadi lebih baik dan lebih cerdas lagi). Yang selalu nurutin aku kemana aja aku mau, aku pengen kesana kesini ditemenin, pengen makan ini itu dibeliin (walaupun telat). Yang selalu nemenin aku walapun dalam keadaan susah sekalipun (malah kamu yang selalu ngalah). Yang selalu ada buat aku dari dulu sampe detik ini. Yang selalu berusaha buat bikin aku seneng, entah lewat hal hal kecil yang justru malah bikin aku melting. Makasih bii, makasih buat beberapa waktu kurang lebih satu tahun ini yaa. Barakallahu masih bisa ketemu ramadhan bareng kamu lagi. Dan masih bisa kasih kamu sesuatu hal yang kecil yang mungkij ga ada apa apanya dibanding orang orang lain diluar sana. Kue ini spesial aku bikin b...

Dampak Negatif Penggunaak Gadget Yang Berlebihan

Selamat datang di postingan gue kali ini. Mungkin dipostingan ini gue akan lebih mengkritisi sebuah fenomena yang mungkin tanpa kita sadarin, hal ini sering terjadi dilingkungan sekitar kita. Atau bahkan pada diri kita sendiri. Kali ini gue mengangkat topik 'gadget' dengan tema 'dampak negatif penggunaan gadget'. Kenapa gue ambil tema tersebut, karna seperti yang sering kita lihat, bahwa saat ini kita sedang berada di zaman milenium. Dimana teknologi semakin berkembang pesat.  Kita pun gak bisa memungkiri bahwasannya ada banyak sekali sesuatu sesuatu yang 'baru' yang mungkin kerap masuk kedalam kehidupan kita, kemudian membawa kita dalam arus yang dinamakan globalisasi. Disini gue gak berbicara soal definisi atau apalah. Tapi disini gue mencoba untuk mengungkap sebuah realitas yang mungkin sering terjadi didalam kehidupan kita sehari-hari. Anyway, bahas soal gadget. Gue yakin disini gue gak perlu ngejelasin apa itu gadget. Tapi mungkin gue akan review lg ke fung...

Gerimis Di Sore Hari

Sore ini langit kembali menumpahkan perasaannya. Kurasa ia sedang sedih. Sama seperti seorang gadis yang sedang duduk termenung memangku sebuag laptop di kasur kesayangannya, Gadis itu terlihat kuat, tapi sebenarnya dia lemah. Diliriknya sebuah bingkai foto yang terpajang manis dimeja kerjanya, foto beberapa tahun silam. Dirinya tersenyum sendu memandang sosok yang ada dalam foto itu. Mataya yang bulat menerawang jauh entah kemana. Seperti orang yang sedang merasakan sesuatu yang begitu dalam. Suara rintik hujan kembali mengalun ditelinganya. Gadis itu menoleh kearah jendela, ia pun menutup laptopnya. mengambil sebuah ponsel dan merapatkan tubuhnya ditempat tidur. Dibukanya sebuah kontak yang bertuliskan My Future Husband, mengetik sebuah pesan untuknya. namun tak ada jawaban. mungkin ia sedang dalam perjalanan menuju kembali. Gadis itu kembali merapatkan tubuhnya pada selmut, pikirannya kembali pada saat saat sosok itu terbaring disampingnya.  ia pun menangis, berharap sem...