Senin, 05 Mei 2014

Penmas Gunung Gede. 4 thumbs for UKM Sakuntala. Really nice!!

selamat malam. baiklah, malam ini langit tampak redup, karna bintangnya pun sudah hilang entah kemana. dan tiba tiba aku terpikir untuk menceritakan perjalananku yang kesekian kalinya. karna bagiku ini perjalanan yang cukup menyenangkan selain trip trip ku sebelumnya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

waktu menunjukkan pukul 1 siang dan aku baru saja bangun dari tempat tidur kesayanganku,
"hoammmm" aku cukup lelah untuk hari ini setelah kemarin harus menjalankan tugas dari pagi sampai larut malam sebagai seksi acara di acara stei idol yang diadakan oleh ukm ku tercinta, yaitu seni budaya <3

dan selama beberapa hari kemarin aku harus pulang larut malam bahkan pulang subuh karna banyak sekali acara yang harus di back up lantaran posisiku sebagai seksi acara.

setelah event stei idol selesai, aku merasa sedikit legaaaaa dan buruburu ingin segera melaksanakan pendakian massal yang diadakan oleh ukm sakuntala dikampusku.akupun segera mengambil carrierku dan menyiapkan segala perlengkapan pendakian, mulai dari carrier. sleeping bag, matras, sepatu untuk tracking, sendal gunung, kompor, serta perlengkapan lainnya. aku snagat bersemangat untuk mendaki esok hari. yuhuuuuuuuu


setelah semua perlengkapanku sudah beres, akus egera berlari mengejar snag busway untuk melaju ke kampusku , dan sesampainya disana waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. lalu aku segera menuju sekretariatku tercinta yaitu ukm seni budaya, dan meletakkan carrier ku disana.

setelah itu aku segera menuju masjid untuk melaksakana kewajibanku sebagai muslim, yaitu sholat ashar. karna waktu sudha menunjukkan pukul setengah 4 sore. lalu, aku bertemu bang cacing disana, dan dia berkata "heh, mana barang2 lo? udah disiapin belom?" - kata bang cacing

" udah lah bang, emang berangkat jam brapa sih? sore inikan? " - jawabku dengan polosnya
" enak aja, berani lo sama gue? " - jawab dia dengan ketusnya,
loh ini kenapa coba bang cacing jadi sensi gitu eh gataunya dia cuma bercanda. ahaha
 " dih abang, yaudha si ini mau sholat duluuu "  - jawabku
" haha iya iya iyaaa yaudah sono sono " - jawab bang cacing

aku pun berlalu melewati sekretariat ukm sakuntala sambil sesekali melirik kedalam sana, apakah ada 'dia' ?
ahaha siapa yaaa??


okeeeee setelah selesai sholat, si khansa menyusulku untuk mengajak ke sakuntala karna kita harus mengecek perlengkapan masing masing, sekaligus berkumpul dengan kelompok masing2. dan oiyaaaaaa aku lupa memperkenalkan kelompokku dalam penmas, dan ini dia kelompok 5, atau aku menyebutnya "kelompok hidung meler"
dari kiri itu namanya angger, terus iqbal, terus dini, lalu khansa. 

baiklah kembali lagi ke topik awal, jadi sore itu aku segera berpamitan dengan abang abang dan kaka kaka di senibudaya. dan aku sekilas merasa berat hati karna harus meninggalkan 'bintang' ku disini. hftttt
setelah berpamitan aku pun segera menuju sekretariat ukm sakuntala dan disana sudah ada teman2 sekelompokku sedang packing carrier masing2. dan terlebih kak gener membantu kami untuk packing. waaaahhhh :3

setelah semua sudah beres, kiat pun segera melakukan upacara pelepasan bersama para panitia, yaitu kaka kakaa sakuntala, dengan ketua acara nya kak raya. 

Waktu yang dinanti pun tiba, setelah melakukan upacara pelepasan, dengan total peserta sebanyak kurang lebih 70 orang. aku dan yang lainnya segera bergegas membawa carrier masing masing untuk naik ke…………….. taraaaaaaaa Tronton ~ yuhuuu 

Entah kenapa aku lebih suka naik tronton kalo pergi2 begini ketimbang naik bus, karna kalo naik tronton, sensasi nya tuh lebih berasa dan lebih solid karna kita harus dempet2an bahkan gentian tempat duduk. Hehe kan seruuuu
Akhirnya, setelah melewati perjalanan hampir sekitar 3 jam, aku pun sampai disebuah desa yang pada malam itu udara nya cukup dingin dan gerimis karna waktu sudha menunjukkan hampir pukul 11 malam.
Para panitia menyuruh kami untuk segera beristirahat, namun karna aku dan teman sekelompokku sudah mulai merasakan panggilan alam yang nam,anya ‘lapar’, aku pun memutuskan untuk membeli tempe goring sebanyak 12rb terus kita makan rame ramee haha seru yaaa. Setelah kenyang makan tempe, baru deh aku mengajak khansa dan dini untuk jalan jalan kepulau kapuk. Syalalalalalaaa..

**** 

26 April 2014 …
Waktu yang dinanti pun tiba. Horeeeeee ~ waktu menunjukkan pukul setengah 6  pagi, aku pun membuka mataku dan bergegas untuk keluar menikmati sunrise yang tepat ada didepan mataku. Waaaahhh sunrise yang indah, dan akan lebih indah lagi jika ada ‘bintang’ disini ., sayang sekali dia tidak jadi ikut huuftt aku kangen banget sama bintang.

Akhirnya setelah mempersiapkan segala hal untuk mendaki, aku pun menyantap sarapan pagi yang sudah di berikan oleh panitia. Dan tepat pukul 7 pagi, aku dan yang lain pun berangkat mendaki sesuai dengan kelompok masing masing.
Kupanjatkan doa dalam hati, semoga Allah memudahkan perjalanan ku kali ini, karna konteksnya, aku sedang tidak enak badan setelah kecapean selama beberapa hari kemarin. Namun itu bukan penghalangku untuk membatalkan kegiatan ini.

Aku dan teman teman pun berjalan menelusuri jalan setapak dengan pemandangan gunung dan di hiasi oleh kebun kebun sayur penduduk di sekeliling kami. Dan semakin jauh kami berjalan, jalanannnya semakin terjal. Sampai akhirnya kami sampai disebuah sungai dan kami pun ngerest sebentar hihi sambil nungguin dini soalnya dini ketinggalan jauh dibelakang. Setelah itu kamipun kembali melanjutkan perjalanan, dan sepanjang perjalanan kami selalu mengabadikan momen tersebut. Dan ini diaaaaaa syalalalalalaaaaa






Setiap kali kami lelah, kami segera mengambil cemilan untuk ganjelan perut kami agar tidak teriak teriak kelaparan. Semakin tinggi kami mendaki, semakin dingin udara yang terasa, meski lelah, namun semua itu tak akan terasa jika kita menjalankannya dengan penuh tekad yang kuat untuk sampai ke puncak. Semangatttt
Selama kurang lebih 2 jam, kami pun sampai di pos 1, jalanan untuk sampai ke pos 1 masih lumayan bagus, setelah ngerest selama 8 menit di pos 1, kami melanjutkan perjalanann selanjutnya dan disitu posisi nya aku bersama kak mia, ahahahaa entah kenapa dari pas jamboree sampe sekarang aku dapet irur nya kak mia terus, tapi gapapa sih kak mia itu baikkk bangetan terus keren dehhh kalo lagi ngetrack ahaha.
Baiklah, kami pun terus berjalan menyusuri  jalan yang lebih terjal dari sebelumnya hingga kami pun sampai di pos barapa yaaaaa lupa, itu pos yang di dirikan oleh panitia dari sakuntala, dan kami ngerest sebentar sambil menyeruput tehh hangat yang membuat kami sedikit lebih bertenaga.




Pada saat itu, waktu menunjukkan pukul 11 siang, perkiraan ku akan sampai di surya kencana pukul setengah 2 , karna setau aku, jalur gn putri ini adalah jalur tercepat menuju ke kesana dibanding melewati jalur cibodas. Hanya saja jalur di cibodas lebih landai, daripada jalur gn putri.

Kami pun tak ingin membuang waktu lama lama, dna kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk lebih cepat sampai ke surya kencana . tidak banyak banyak kami ngerest, kami terus berjalan menanjak dan terus menanjak, hingga air rintik rintik pun membasahi kami, segera kami mengeluarkan jas hujan dan beberapa menit kemudian, kami sudah diguyur hujan. namun itu bukan  hambatan untuk berhenti mendaki, kami terus berjalan dan terus mendaki hingga badan kami benar benar terasa dingin, terlebih dini tidak membawa jas hujan, dan dia punya asma, dengan senang hati aku memberikan jas hujan ku untukkmya, karna aku tidak tega jika dia harus kedinginan. Dan biarlah aku mengenakan jaket ku seperti biasa hingga akhirnya seluruh pakaianku basah lepek, kami pun sampai di pos 4, yaitu sebuah tenda yang didirikan oleh panitia sakuntala, dan disitu ada kak biboy. Kak kak biboy memberikanku jas hujan karna jas hujanku sebelumnya sudah aku berikan untuk dini, demi tuhan. Kaka kaka sakuntala itu baik baik bangetttt ,..

Dini pun segera di kondisikan didalam tenda karna asma nya yang mulai semakin kambuh., kasian ya dini L
Hujan terus mengguyur kami, syukurlah kami sudah meneduh dipos 4 dan udara dingin menyelimuti seluruh badan kami sampai sampai untuk menggerakkan tangan saja sangat terasa kaku. Dan perut kami mulai teriak teriak kelaparan. Untung si roni membawa 3 bungkus nasi ahahaa dan kami segera menyantap nasi bungkus itu, yaaa lumayanlah yaa daripada nggak sama sekali.
Hujannya nggak reda reda, dan aku mengajak teman teman untuk melanjutkan karna kalo nungguin hujan pasti bakal lama bangettt. Hfttttt 

Eh tak lama kemudian, kak gener dan kak putrid pun datang bersama yogi dan anggota kelompok lainnya. Dan entah kenapa aku suka nerves kalo ada kek gener wkwkw yaudah aku langsung naik keatas terus pamit dan ngelanjutin perjalanan selanjutnya bersama teman2 kelompokku.
Sepanjang perjalanan kami mulai banyak bertemu orang berlalu lalang, dan kami selalu menyapa nya karna itulah cirri khas para pendaki. 

Jalanan semakin terjal dan curam, dan juga licin, mengharuskan kami untuk tetap berhati hati saat mendaki karna kalau kepeleset bisa fatal.
Syukurlah, hujan mulai tampak reda, dan kami terus mendaki sampai pohon pohon mulai terlihat pendek, tanda nya kami sudah hampir sampai. Dan setelah melewati jalan yang terus menanjak, kami pun mendapat bonus, atau jalan yang cukup datar. Lalu disusul lagi dengan menanjak dan finally………….
Kami puin sampai di ambang “SURYA KENCANA”
HEIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII~ WELCOMEEEEEEEE IN SURYA KENCANAAAAAA



Aku pun berlari dihamparan rumput2 yang disekelilingi bunga edelwis tersebut. Akhirnya sampai juga, tak lupa aku dan yang lainnya mengabadikan momen tersebut hahaaa





Setelah beberapa menit, kami menerima informasi bahwa rombongan kami mendirikan tenda di bagian surken bagian barat, yang dekat dengan sungai kecilnya. Kami pun segera menuju kesana dan cukup jauh juga ya ternyata. Waktu sudah semakin sore dan baju ku dari kering sampai basah, sampai kering lagi ahahaaaa… namun itu tak akan mengurangi semangatku untuk sampai ke puncak
Setelah berjalan beberapa ratus meter, kami pun sampai di tempat kami mendirikan tenda, dan setelah mendirikan tenda, aku segera masak untuk anggota kelompokku karna mereka sudah kelaparan . sedangkan si ibal dan si angger beristirahat didalam tenda.

Okeeeeee its time to quality time.

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore dan langit sudah tampak gelap. Aku menyalakan kompor dan segera meluncurkan sosis dan kornet ke dalam sebuah tempat bernama penggorengan dan menggorengnya hingga matang.
Setelah matang. Aku merebus mie dan memasukkan kornet serta sosis kedalamnya , yapppppppppppp aku membuat INTERNET, indomie telor dan kornet.
Ternyata rasanya lumayan lezat ya ditambah dengan saus dan mayonice. Cukuplah membuat teman2 kelompokku kenyang dan kak yunda serta kak novia pun ikut mencicipi masakan yang aneh iniii.
Setelah memanjakan perut, kami memutuskan untuk beristirahat didalam tenda, dan menyelupkan diri kami kedalam sleeping bag. Karna udara semakin dingin. Untung saja tidak hipotermia.

Aku pun tertidur dan memimpikan bintang, aaaa aku pun terbangun pada pukul 11 malam karna hujan yang mengguyur tenda kami membuat tenda kami berembun.
“ wahhh masih jam 11 malam” – ucapku
Aku membangunkan ayu mengajaknya untuk membuang air kecil atau pipis setelah itu aku menyalakan kompor dan membuat energen dan teeh hangat lalu menggelar matras dan tiduran didepan tenda sambil menunggu air mendidih.,
Indahnya memandang langit seperti ini, banyak sekali bintang bintang bertaburan. Dan membuatku menjadi sedikit rindu dengan bintang dikampus.
Setelah kenyang menikmati energen dibawah langit yang penuh bintang, asikkk.. akupun bergegas masuk kedalam tenda untuk bobo cantikkk ~

*** 
27 APRIL 2014, 

Dan akupun tertidur dengan pulas sampai akhirnya aku mendengar suara kak novia dan kak gener untuk mengajak ke puncak melihat sunrise.
Akupun segera bangun dan membangunkan teman temanku dan kami segera keluar dari tenda. Taraaaaaa!!!!! Selamat pagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii dunia
Waktu menunjukkan pukul 5 subuh, dan kak gener menyuruh kami untuk memasak air, dan aku sudah lebih dulu memasaknya. Lalu aku membuat roti tawar untuk sarapan dan energen serta teeh hangat untuk teman2 ku. Setelah sudah rapi semuanya, kami segera menuju puncak gunung gede.
Karna masih gelap, sepanjang jalan menuju puncak, kami harus menggunakan head lamp dan senter untuk menyenter jalanan. Dan track nya lumayan cukup terjal juga, hanya saja jalanannya batu batuan semua jadi nggak licin. Dan sekitar 45 menit kami pun sudah sampai di puncak gunung gede 2958mdpl. Welcomeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee~~~~~` yuhuuuu



Segera ku ucapkan rasa syukurku pada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala ciptaannya yang indah seperti ini. Aku mencintai negeri ini terlebih penciptanya. Dan semoga semua makhluk di muka bumi mempunyai kesadaran untuk saling menjaga dan melestarikan alam serta menghargai sesama.

Sayangnya, kami nggak keburu liat sunrise tapi cukuplah membuat kami puas dengan berdiri dipuncak dan memandang jagat raya dari atas sini.


Langit mulai  berkabut, dan mulai bermunculan awan awan putih yang terlihat indah. Kamipun segera mengabadikan momen tersebuttttt heheeee tak lupa aku mengeluarkan secarik kertas yang bertuliskan “yudiansyah, ich liebe dich. From 2958 mdpl” lalu aku mengambil gambar tersebut dipuncak ini.
Setelah kurang lebih menikmati pagi hari di puncak gede, kami segera turun kembali ke surken. Dan aku cukup puas karna sudah sampai ke puncak hehe.

Karna inilah yang aku nanti nantikan, melepas penat dan segala beban yang aku pikul selama dijakarta.
Setelah kembali ke surken dan ke tenda, para panitia mengajak untuk berfoto bersama dan setelah makan pagi dan foto bersama, kami segera packing untuk melanjutkan turun gunung melewati jalur yang sama dengan kemarin.
Dan sepanjang jalan aku dan teman2 tak henti2nya mengabadikan momen tersebut hehe sampai akhirnya aku dapet foto berdua sama kak gener wkwkwk




Ternyata aku lebih suka mendaki daripada turun , karna kalo turun lebih curam banget udah gitu licin bgt jadi harus pelan pelan, awalnya aku ngeri terus susah buat turun, tapi lama lama aku kebelet pipis, terus aku turun duluan terus lariii deh karna ingin cepat sampe rumah penduduk. Aku pun secepat mungkin menuruni jalanan tersebut dan dengan terpaksa meninggalkan beberapa teman kelompokku yang masih dibelakang, habis aku sudah kebelet pipis . 

Ternyata kalo lari itu enak juga yaaa ahahaaa. Lalu aku mulai sendiri, dan tiba tiba ada bang cacing , terus ngobrol2 bentar sambil jalan pelan, terus bang cacing ngajak ngerest eh ada kak gener. Yatuhaaaaannn kan aku bilang juga apa, aku tuh nerves kalo ada kak gener wkwk. Akhirnya aku gaikut ngerest, tapi langsung bablas turun sendirian. Karna aku semakin pengen pipis haduhhhhhhh

Kurang lebih 4 jam aku turun, aku sendirian aja tuh udah kayak anak ilang dan sepanjang jalan yaa Cuma nyapa orang2 yang lewat aja. Sampe akhirnya aku sampe dehhhhhhhh dirumah penduduk. Terus langsung masuk kekamar mandi, ganti baju, dll.
Abis itu makan karna konteksnya lagi laper banget. Dan setelah temen2 sampe, kita bercanda2 didepan warung sambil makan tempe dan cerita2 gituuu hehe., terus ada kak gener disebelah sana terus gatau kenapa pengen ngeliatin terus ahahaahaaaaaaaa ngacoooooooooooo . tapi yauidahlahyaaaaa

Sampe akhirnya sang malam pun tiba, pukul 8 kami segera naik ke tronton untul lanjut pulang ke Jakarta. Dan aku sama khansa naik di tronton panitia. Terus ada kak gener lagi elahhhhhhhhh kannnn jadi nerves lagiii zzzzzzz… terus aku pinjem hape khansa buat hubungin kak yudi, karna hape aku rusak. Eh ternyata ka yudi gabisa jemput :(( mau ke maitirn, huftt dia aneh bgt masa akhir2 ini. 

Yaudah pas nyampe kampus udah jam 10 lewat, aku langsung balik aja naik busway . sedih sih abisnya kak yudi nya gitu sih,. Terus aku sampe rumah dengan selaamat. besoknya aku langsung kekampus karna udah kangen banget sama anak sb, dan terlebih sama kak yudi. Eh kak yudi nya ngga ada disekret, malah lagi sama cewe2 di rtm, dan ternyata……. Dia udah pacaran lagi sama cewe lain, reflekk ada rasa pengen nangis sebenernya tapi aku berusaha buat kuattttt pftttt …. Tega banget yaaaaaa ternyata selama 3 hari aku naik gunung, dia malah enak enakan pacaran sama yang lain. Yaudahlah ya yang terjadi biarlah berlalu. Mungkin itu emang pilihannya dia, 

Dan aku pun membiarkan waktu berjalan sebagaimana mestinya. Terimakasih tuhan.,
Dan tak lupa kuucapkan terimakasih banyak untuk banyak hal kepada para panitia dari ukm sakuntala. Acaranya keren lahyaaaaaa not bad lah,. Pokoknya 4 jempol deh buat sakuntala. Semoga acara kayak gini bakal sering sering diadain lagi hehe.salam lestari, dna hidup sakuntala !!!!!!!

Dan gak lupa juga ucapan terimakasih yang special untuk siapapun yang membaca tulisan ini, semoga gak bosen yaaaaaaaaaaa 

Byeeeeeeeeeeeeee.