Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Gerimis Di Sore Hari

Sore ini langit kembali menumpahkan perasaannya. Kurasa ia sedang sedih. Sama seperti seorang gadis yang sedang duduk termenung memangku sebuag laptop di kasur kesayangannya, Gadis itu terlihat kuat, tapi sebenarnya dia lemah. Diliriknya sebuah bingkai foto yang terpajang manis dimeja kerjanya, foto beberapa tahun silam. Dirinya tersenyum sendu memandang sosok yang ada dalam foto itu. Mataya yang bulat menerawang jauh entah kemana. Seperti orang yang sedang merasakan sesuatu yang begitu dalam. Suara rintik hujan kembali mengalun ditelinganya. Gadis itu menoleh kearah jendela, ia pun menutup laptopnya. mengambil sebuah ponsel dan merapatkan tubuhnya ditempat tidur. Dibukanya sebuah kontak yang bertuliskan My Future Husband, mengetik sebuah pesan untuknya. namun tak ada jawaban. mungkin ia sedang dalam perjalanan menuju kembali. Gadis itu kembali merapatkan tubuhnya pada selmut, pikirannya kembali pada saat saat sosok itu terbaring disampingnya.  ia pun menangis, berharap semuany

ALFA DAN OMEGA

ALFA DAN OMEGA  oleh : rizky amalia  Sore itu, langit tampak mendung. Alfa masih duduk termenung didepan kolam ikan diteras rumah. Matanya sendu berkaca kaca. bibirnya yang mungil sedikit mengerucut. Aku bisa merasakan ada tanda kesedihan diraut wajahnya. Aku masih terus memandanginya, alfa menoleh ke jendela membuatku tersadar bahwa matanya menatap mataku. Aku tersenyum, Alfa pun tersenyum. " alfa, kamu kenapa ? " - ucapku sambil mengelus rambutnya. " aku gapapa kok bunda.. " - jawab Alfa Kupeluk Alfa dalam dekapanku, aku tau ada sedikit kesedihan yang dia rasakan. Aku tau bagaimana perasaannya saat ini. Akupun mengajak alfa masuk kedalam karna langit sudah mulai rintik rintik.  Alfa pun duduk di sofa sambil membaca komik detective conan kesukaannya. Aku tersenyum, bangga pada nya karna dia masih bisa menyembunyikannya dariku. Padahal aku tau apa yang sebenarnya yang sedang ia rasakan.  Aku pun berlari ke dapur, kusiapkan segelas coklat hangat

"TERTAWA DIDALAM KESENIAN" , BENTUK APRESIASI UKM SENI BUDAYA TERHADAP SEMUA GENERASI

Gambar
PRESS RELEASE UKM SENI BUDAYA STEI GELAR ACARA  "TERTAWA DIDALAM KESENIAN" (Jakarta, 2 November 2015) Dalam rangka m eningkatkan apresiasi seni pada semua generasi. Dimana b angsa yang maju sering kali ditandai dengan besarnya apresiasi / penghargaan mereka terhadap kehidupan seni dan budaya . Dalam hal ini, UKM Seni Budaya STEI menggagas sebuah acara “TERTAWA DIDALAM KESENIAN” dengan tema “FREEDOM OF EXPRESSION” , yaitu acara stand up comedy yang dipadukan dengan pameran seni 2 dimensi dan dimeriahkan dengan penampilan-penampilan kesenian lainnya. Acara tersebut ditujukan kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum serta komunitas-komunitas seni di Jakarta. Kegiatan yang mengusung tema “FREEDOM OF EXPRESSION” tersebut  memiliki arti bahwa setiap orang bebas mengekspresikan dirinya melalui sebuah karya yang itu adalah cerminan dari perasaannya. Ini akan selenggarakan pada tanggal 21 November 2015. Bertempat di Ruang Tunggu Mahasiswa STIE Indon

saat rindu menyapaku

Aku masih duduk dibangku kerjaku, menatap layar terpaku. mengetik kata demi kata yang tak mampu kuucapkan langsung pada dirinya.  Waktu menunjukkan pukul 11.30 AM, belum waktunya istirahat namun aku telah menyelesaikan pekerjaanku sehingga saat ini aku bisa sedikit santai.  Kulirik bingkai foto yang berdiri dimeja kerja, disana terdapat potretnya. seseorang yang sangat aku rindukan. yang saat ini sedang berada dibagian beratnya pulau jawa untuk menjalankan misinya sebagai pendaki gunung.  Lagi lagi aku teringat akan sosoknya, sosoknya yang selalu menjadi sandaran hatiku saat ini, seseorang yang selalu membuat hari hariku menajdi lebih bermakna, seseorang yang mampu membuatku merasa sangat sangat bahagia. seseorang tempat dimana aku ingin terus mengahbiskan waktu bersamanya.

Mingguku

Hai selamat datang di postinganku kali ini. Siang ini matahari terasa sangat terik sekali. Aku masih duduk dibangku plastik yang berwarna merah. Oke siang ini aku merasa mual sekali, rasanya seperti baru saja menaiki roller coaster. Aku lagi puncak loh. Seneng rasanya. Semalem jam 12, aku langsung meluncur kekampus. Walaupun pada saat itu aku sedang tidak fit, baru saja sakitku pulih. Tetapi karna aku sangat dan sangat ingin refreshing, kuputuskan untuk ikut karna memang sudah laaku tidak liburan. Haaa sepanjang jalan, jalannya berliku liku. Sebetulnya ini bukan pertama kalinya aku ke puncak, hanya saja sensasi nya itu terasa berbeda. Apalagi ini pertama kalinya aku naik motor sama orang yang sangaaaaaat aku sayang. Hihi. Kalian pasti tau gimana perasaanku saat itu. 😄😄😄. Iyaaa setelah melewati perjalanan sekitar 3 jam, akhirnya kitapun sampai dan beristirahat di salah satu rumah makan. Kupandangi sosoknya yang mulai tertidur, mungkin lelah karna aku sendiri saja yang duduk di

Tumbang

Kadang. Kita tak akan pernah menyangka apa yang akan tuhan berikan dalam hidup kita. Tapi, apapun yang kita dapatkan kita tetap harus mensyukurinya. Baik buruknya, tuhan telah mengaturnya. Terimalah, dan tetap jalani hidup ini dengan sebaik baiknya. Oke. Panggil saja aku Ria, hanya seorang perempuan biasa yang punya banyak mimpi yang luar biasa. Mimpi bisa pergi ke bulan, mimpi bisa ngitung seluruh bintang dilangit, mimpi.. mimpi bisa jalan jalan keliling dunia bersama orang yang aku cintai. Setiap hari, aku selalu menjalani hidupku dengan penuh keceriaan. Aku punya banyak teman yang.. kupikir dia sayang sama aku. Aku punya banyak sahabat. Aku punya orangtua yang sangat sayang sama aku. Dan aku... aku punya dia yang selalu menjadi sandaran hatiku. Hidupku sangat indah. Sangaaat indah. Selalu dikelilingi mereka. Aku bisa ketawa. Aku bisa jadi orang gila. Aku bisa jadi apa yang aku mau. Semua terasa indah. Dan aku tak ingin kehilangan semuanya. Walaupun aku tau, satu persatu pasti aka

Tetaplah Seperti Ini

Sekarang, dirinya bukan lagi sebuah kenangan. Tapi kuharap bisa menjadi sebuah masa depan. Aku begitu mencintainya, sampai sampai aku lupa bahwa dirinya pernah menyakitiku dulu. Sekarang, dia tak lagi seperti itu. Dia bukan lagi dia yang dulu. Entah bagaimana aku harus menceritakannnya, rasanya semua begitu berbeda. Setiap harinya selalu saja ada hal kecil yang membuatku begitu bahagia. Sampai sampai aku lupa bagaimana rasa sakit itu. Dia teramat baik, selalu memberikan perhatiannya untukku. Mengantarku kemanapun aku ingin pergi. Dia selalu ada disampingku beberapa bulan ini. Dia selalu menjadi sandaran tempatku berkeluh kesah selama beberapa waktu ini. Kehadirannya begitu berarti dalam hidupku. Lagi lagi aku kembali mencintainya. Bahkan semakin mencintainya lebih dari perasaanku yang dulu. Melewati hari hari bersamanya, melakukan hal hal bersama dia, semua itu membuat hari hariku semakin lebih bermakna. Entah apa yang harus aku katakan, dirinya yang sekarang begitu membawa pengaruh p

Dia

Dia adalah orang yang selalu membentuk lekuk senyuman yang terkadang tak masuk akal. Hadirnya bagaikan satu sinar terang ditengah gelapnya malam. Dia adalah dia. Pria sederhana yang mempunyai seringai senyum mempesona. Yang dengan lihai merangkai kata kata hingga mulai merasuk membentuk suatu gambaran  kebahagiaan. Yap. Inilah cinta yang kudalami kenyataannya. Cinta yang melibatkan seluruh unsur yang kumiliki. Cinta yang berani mengajakku terbang melayang menikmati imajinasi tentang dirinya.   Yang berhasil menyeretku untuk tertuju pada lekuk manis wajahnya, kekonyolannya, mendarah daging menjadi karya seni tiga dimensi yang terpajang rapi dalam memori. Cinta ini terus kupercaya. Entah mengapa. Kekuatannya meneguhkan kakiku untuk tetap berdiri. Harapan akan dia kembali begitu besar kurasakan. Walau letih. Panas dan hujan menghantam tapi tak sedikitpun merubah rasa yang terlanjur bermekaran. Tak peduli skandal dulu pernah mengoyak hatiku. Yap inilah aku seorang wanita yang memiliki per

Gunung Sumbing, 3371 mdpl !!!!!

Gunung Sumbing, aku menaklukanmu Waktu menunjukkan pukul 17.00, ah aku sudah terlambat satu jam. Akupun bergegas untuk segera menuju rumahku untuk mengambil carrier yang sudha kusiapkan lengkap dengan perlengkapan mendaki. Sesampainya dirumah, akupun segera bepamitan dengan kakek nenekku dan kulangkahkan kakiku menuju meeting point. Oke, malam ini aku akan berangkat menuju Wonosobo, untuk mendaki ke Gunung Sumbing. Gunung dengan ketinggian 3371 meter diatas permukaan laut. Gunung yang memiliki trek paling berat diantara gunung gunung yang lain, gunung yang gagah yang menjadi gunung nomer dua tertinggi di Jawa Tengah. Ah rasanya aku sudah tak sabar ingin cepat cepat mendaki. Satu jam kemudian, akupun telah sampai di tempat meeting point, disinilah aku akan bertemu dengan beberapa teman yang juga akan bersamasama mendaki ke gunung sumbing. “ Lia!!! “ – sapa Adit “ haiiii dit, “ – jawabku sambil bergegas menghampirinya dengan tingkahku yang sedikit excited. “ ayuk, bus n

One Day Trip ke Gunung Bongkok Purwakarta

Perjalanan Penuh Tantangan  okee hari ini gue lagi kerja. tapi kaki tangan rasanya pegel banget. badanpun terasa rentek setelah kemarin jam 12 malem baru sampe rumah wkwk. iya jam 12 baru sampe rumah ceritanya abis ngetrip ke gunung bongkok. apaan sih gunung bongkok? okeee nanti bakal gue ceritain tentang perjalanan gue bersama kawan gue yang gila gila ke gunung bongkok. jadi ceritanya hari kamis gue diajak si yacob pas dikampus katanya anak anak pada mau ke gunung lembu purwakarta. gue sih iya iya aja karna emang gue nyantai, jalan tinggal jalan. nah pas hari sabtu malem gue mau fixasi si yacob ga ada kabar. minggunya jam 6 subuh gue bangun langsung telfon si yacob dan ternyata mereka gak ajdi naik kereta, tapi naik bus dan udah pada nyampe dipulogadung. astaga, yaudah tuh gue langsung cuss gak pake mandi, cuma sikat gigi ambil kemeja flanel gue langsung cuss bawa ransel ke pulogadung. dan sampe sana sudha ada temen temen gue di bus yang katanya bakal membawa kita ke purwakar

Aku Ingin (Fiction)

Sebut saja aku Senja . Aku masih terdiam sepi. Duduk menikmati sore itu didepan jendela kamar yang langsung menghadap kearah danau. Pikiranku kembali menerawang pada saat beberapa waktu lalu. Potret dalam pasir, pikirku. Saat itu tak ada orang lain yang tau. Aku  pun tertawa kecil. Mengingat betapa bodohnya tindakanku itu. Suatu hal yang tak ada gunanya. Waktu menunjukkan pukul 18.00. Matahari pun terbenam, digantikan oleh sosok bulan dan bintang yang bermunculan dan siap menerangi malam. Menemani malam. Begitulah kisah antara malam dan siang. Mereka tak pernah bisa bersatu. Hanya bisa bertemu pada satu waktu yaitu pada saat senja.. senja yng merupakan perantara antara siang dan malam. Baiklah, kututup jendela sore itu. Kuhempaskan tubuhku pada  sofa seraya kupejamkan kedua mataku. Mata yang tak pernah lelah memandang indahnya karya karya ciptaan  Tuhan. Terlebih karya Tuhan yang saat ini  sedang kuperjuangkan. Haha? Apa itu ? Entahlah. Aku hanya bercanda.. tapi memang.. ada seseorang

Yang Terlewatkan

Yang terlewatkan Oleh : Rizky Amalia Aku masih disini. Masih dengan perasaan yang sama seperti dulu. Sudah hampir 2 tahun aku membiarkan perasaan ini terus bersarang dihatiku tanpa ada satu orang lainpun yang tau. Termasuk dia. Aku nyaman. Aku nyaman dengan perasaanku yang seperti ini. Walau terkadang ada sedikit rasa ingin memilikinya namun aku selalu berusaha untuk melawan perasaanku untuk tidak egois. Aku tak pernah tau hatinya untuk siapa, aku tak pernah tau bagaimana perasaannya terhadapku. Aku tak pernah tau dia menganggapku sebagai apa. Yang jelas, aku nyaman bersamanya. Aku nyaman dan selalu ingin berada didekatnya. Karna itulah aku berusaha untuk menjaga hubungan baik ini dengannya. Aku tak ingin hubungan ini sampai renggang kemudian rusak hanya karna perasaanku ini. Biarlah dia menjadi mimpiku. Menjadi mimpi indah sekaligus angan anganku. Baiklah, namaku Desya. Aku hanya seorang anak perempuan yang selalu ceria. Dan extrovert. Begitulah kata teman temanku. Padahal aku intr

Apa yang kucari ?

Kurebahkan kepalaku diatas bantal yang cukup empuk. Tapi rasanya tidak nyaman seperti biasanya. Kuambil selembar kertas dan kutulis apa yang kurasa, sambil kubayangkan sesuatu yang ada dalam benakku. Namun.. aku tak menemukannya. Aku tak menemukan apa yang aku cari. Kulangkahkan kakiku keluar rumah. Ditemani terpaan angin ditengah dinginnya malam yang semakin larut. Aku terus berjalan. Berjalan diatas jalan yang cukup berbatu, menelusuri jalan setapak, kemudian melewati  hamparan sawah yang berada tepat dikanan kiriku. Aku terus berjalan dengan tegak. walau angin terus menerpa wajah dan langit hitam seakan mau memakanku, aku masih terus berjalan menelusuri jalan yang semakin sempit. Entah sampai kapan, aku sendiri tidak tau. Yang aku tau hanyalah aku sampai disebuah tempat dengan lautan pasir berbisik. Dan disitu terdapat hamparan laut namun tak berombak. Airnya mengalir tenang. Dan diujungnya terdapat sebuah batu besar..akupun melangkahkan kakiku menuju kesana. Duduk seorang diri diat

sepi

Semilir angin terus berhembus menyibakkan hijab yang kekanakan. Aku terus berlari kecil menelusuri jalan setapak yang semakin sepi. Kanan kirinya hanya terdapat hamparan pasir yang luas. Tak ada tanda tanda kehidupan disana. Aku pun terus mempercepat langkah kakiku. Mencari sesuatu.. sesuatu yang aku sendiri tidak tau.