Rabu, 25 Desember 2013

jiwa ini kembali lagi :)

selamat malam , meskipun malam ini langit ini masih tampak muram, namun sore tadi benar benar senja yang indah. puji syukur yang tak tehingga selalu kuhaturkan kepada Allah yang maha pencipta atas karunia yang telah diberikan kepada diri ini. dan telah memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki kehidupan ku yang sempat melenceng dari arah yang seharusnya.

selama hampir dua tahun aku menjadi bagian dari Islamic Student Center, banyak sekali pelajaran dan kenangan yang ada selama bergabungnya diri ini bersama mereka. ilmu yang tak akan tergantikan oleh apapun. dan kenangan yang tak akan tergantikan nilainya. aku sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan orang orang seperti mereka, yaitu teman teman seperjuanganku. mulai dari pembinaan moral bersama, pelatihan Intelektual Quotient, Emotional Quotient, Spiritual Quotient, Bakti Sosial, dan kegiatan2 lainnya yang sangat bermanfaat. semenjak bergabung dengan mereka 2 tahun lalu, diri ini benar benar merasa menjadi remaja muslim yang sesungguhnya. sebab aku selalu berada dalam kultur perjuangan. perjuangan dalam mewujudkan cita cita. banyak sekali perubahan positif yang ada dalam diriku semanjak aku bergabung dengan mereka. hingga akhirnya akupun menemukan kebermaknaan dalam hidupku.


hingga waktu terus berlalu, semakin hari rasa untuk berjuang ini semakin besar, semangatku teus berkobar, namun ternyata aku hanyalah manusia biasa yang juga pernah mengalami 'khilaf' .
seiring berjalannya waktu, aku kini menjadi mahasiswi disalah satu perguruan swasta di jakarta. dan kuakui, pergaulan dikampusku memang sangat bertolak belakang dengan kultur yang ada dilingkungan Islamic Student Center. awalnya aku masih bisa mempertahankan nilai2 tersebut. namun lama kelamaan aku khilaf. aku sudah berani pulang larut malam, aku lebih mementingkan acara kampus dibanding study moral disana, dan perlahan melupakan kewajibanku untuk melaksanakan pembinaan moral dan melupakan kewajibanku untuk berjuang bersama mereka mewujudkan cita cita.
bahkan aku terlena oleh kehidupan baruku dikampus dan membuatku vakum dari ISC selama 3 bulan .

sumpah, aku merasa sangat bodoh, sangat bersalah, berdosa dan aku sangat menyesali perubahan yng terjadi dalam diriku yang membuatku terlepas dari pengondisian di islamic student center. hingga terkadang aku merindukan masa masa saat berjuang bersama mereka, dan membuatku untuk kembali kesana. namun aku selalu merasa gengsi untuk memulainya kembali. dan disinilah letak kebodohanku.
aku membiarkan diriku masuk dalam kultur hedonisme yang jelas jelas sudah keluar jalur.

tapi aku bersyukur. Allah masih memberikanku kesempatan kedua. menyadarkanku arti penting dari perjuangan tersebut, dan menyadarkanku untuk kembali ke islamic student center. aku memberanikan diri untuk meminta maaf kepada mereka, dan aku sangat merasa terharu karna mereka masih dengan senang hati menerimaku. meskipun aku sudah melakukan kesalahan dn kekhilafan. tapi mereka selalu mengerti aku.

dan saat ini.. aku sudah kembali berada ditengah2 mereka, ditengah2 kultur perjuangan tersebut. aku sangat bersyukur dan bersyukur atas kesadaran dalam diri ini yang membuatku untuk terus berusaha memperbaiki kehidupanku yang seketika melenceng dari jalurnya. terimakasih ya Allah. semoga aku selalu ingat dengan tujuan hidupku dan selalu ingat untuk apa aku diciptakan didunia ini, yaitu untuk mengabdi kepadaMu ya Allah.

malam ini . aku baru saja menyelesaikan pelatihan IQ, EQ, SQ bersama teman2 seperjuanganku. selama 2 hari ini banyak sekali pelajaran dan hikmah yang kudapatkan . ilmu yang benar2 sangat berharga. dan aku berjanji, aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama. aku tidak akan melupakan tugas dan kewajibanku sebagai seorang muslim, aku tidak akan pernah mencoba meninggalkan ISC sampai kapanpun, sebab disinilah aku pertama kali menemukan alasan dan tujuan hidupku. aku akan terus berjuang dan terus berjuang bersama mereka untuk menjadi seorang pejuang sejati yang bisa menghasilkan karya2 yang besar untuk masyarakat.

malam ini, aku senang sekali sebab kini kehidupanku kembali lagi seperti dulu, dan mungkin akan lebih baik. karna aku akan merencanakan hidupku dari sekarang. aku akan merencanakan hidupku untuk kedepannya. dna aku harap ditahun 2014 nanti, aku bisa merealisasikan semua resolusi ku dan menjadikan diri ini pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. agar aku tetap menjadi muslim yang selalu berada dijalanMu.
untuk itu, kumohon berilah aku kesabaran lebih dalam mejalani hidup yang penuh dinamika ini, agar aku bisa memberikan arti hidup dan membuat diri ini lebih dewasa dalam berfikir dan bertindak.


Rabu, 04 Desember 2013

Naskah Drama Musikal " Kita Satu Dengan Segala Perbedaan "



DRAMA MUSIKAL
“ Kita Satu Dengan Segala Perbedaan “
created by : kikiiiii

Pada suatu hari, disebuah perguruan tinggi swasta di jakarta berdirilah sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa atas kesadaran para mahasiswa pecinta seni yang dinamakan UKM KABAYAN (Kreasi Budaya dan Kesenian).  Saat itu ada beberapa anak yang sedang nongkrong di belakang kampus seperti biasanya, dengan style yang bisa dibilang berantakan yang tak pernah lupa membawa sebuah alat music bernama Gitar. Lalu tiba tiba lewat seorang banci yang mengagetkan mereka.

( Suasana tenang diiringi lagu Slank- terlalu manis)

Karno               : bray, lu ngerasa ngggak sih kayaknya kita nggak jelas banget tiap hari gini gini doang.
Tukul               : ah lu kali yang nggak jelas, gue mah jelas jelas aja.
Karno               : ah sialan lu, serius gua. Enak kali ya no kalo seandainya di kampus kita ada UKM Seni nya. Kita kan jadi sedikit lebih terarah gitu, nggak luntang lantung gajelas kayak gini.
Tukul               : wahhh iyaaa bener juga tuh, kenapa kita nggak ngadain aja ke pihak kampus? Kan lumayan, selain untuk mengembangkan bakat dibidang seni juga bisa untuk belajar berorganisasi.
Karno               : gaya lu organisasi. Sadar diri lah, penampilan lu aja berantakan gitu.
Tukul               : wehhhh ini tuh seni meeen!!! Lagipula yaa don’t judge by the covar lah, tampilan boleh berantakan. Tapi otak??? Jangan salah.
Karno               : iya juga sih ya bener kata lu, udah saatnya kita jadi pelopor. Kita masih muda men. Masa gini gini aja, saatnya kita berubah dan menghasilkan karya karya yang besar.
Ipin                  : yaudah, lu jangan pada ngomong mulu. Ayoooooooo kita bikin proposal dan kita ajuin. Sepakat??? Sipppppppp

Akhirnya mereka bertiga pun bertekad untuk mengajukan UKM yang mereka beri nama UKM Kabayan atau Kreasi Budaya dan Kesenian. Tukul yang mempunyai banyak wawasan tentang organisasi membuat proposal, sedangkan Karno yang punya banyak teman dimana-mana mencoba untuk mengumpulkan masa, selanjutnya proposal diajukan oleh Ipin karna ipin lah yang paling dekat dengan petinggi di kampus. Dan beberapa waktu kemudian, proposal mereka pun di Acc. Hingga waktu demi waktu pun berlalu, sampai akhirnya hari itu tiba. Hari dimana UKM Kabayan disetujui dan resmi di masukkan kedalam salah satu UKM yang ada dikampus dengan anggota yang lumayan banyak. UKM itupun diketuai oleh Tukul, Ipin sebagai Sekum dan Karno sebagai bendahara. Hidup kabayan !!!
(tancep bendera kabayan)
( back sound lagu bendera – cokelat )

Hingga waktu demi waktu pun terus berlalu, hari ini adalah hari pengenalan ukm ukm kepada mahasiswa baru. Dan tidak sedikit maba yang mendaftarkan diri di ukm tercinta ini. Hingga tiba saatnya dimana ukm kabayan mengadakan open house untuk mahasiswa baru yang dihadiri oleh beberapa peserta.

Kak Ara            : selamat pagi, makasih buat kalian yang udah nyempetin waktu untuk hadir di acara open house kita pada hari ini. Sebelumnya gue mau kenalin diri gue dulu nih, gue ara. Kalian bisa panggil gue ara. Nah, kita kan belum kenal nih, jadi gue minta kalian perkenalkan diri dulu ya satu persatu. Dimulai dari lo, yang paling kanan.

Parjo                : (logat jawa)  baiklah, namaku parjo. Aku dateng dari tegal. Aku ini mahasiswa jurusan manajemen. Disini aku ngambil sub unit music.
Vero                : (pake logat anak punk) *perkenalkan diri*
Nirmala           : (logat anak kota) hai, gue nirmala. Kalian bisa panggil gue nirmala, atau lala. Gue ngambil sub unit modern dance . (dengan gaya yang agak arogan)
Setelah semua peserta selesai memperkenalkan diri. Parjo pun langsung terpesona melihat Nirmala.
( lagu gabby – begitu indah )
Lalu tiba tiba datanglah seorang perempuan dengan pakaian yang agak nyentrik dan sedikit norak dan matanya bertatapan dengan Parjo.
(Pandangan Pertama – Slank )

Tukiyem          :  permisi mbak, mas. Ini betul dengan ukm kabayan ?
Kak Ara            : iya, mbak siapa ya?
Tukiyem          : iki lho mbak, aku maba. Aku mau ikut ukm kebayan masih bisa toh? (dengan logat paling medok nya )
Kak Ara            : oh maba, bisa kok bisa. Ayo masuk.. terus perkenalkan diri nanti bisa gabung sama temen temen yang lain. Mau ambil sub unit apa?
Tukiyem          : perkenalkan nama saya tukiyem, asal dari tegal.  Saya disini mau ikut tari tradisional dan music tradisional.
Nirmala           : (tiba tiba nyeplos) ewh.. dasar orang kampung. Norak banget sih.
Kak Ara            : aduh iya disini ada kok tari tradisional, tapi kalo music nya bukan music tradisional. Music nya yang umum dik, jadi fleksibel.
Tukiyem          : iki lho mbak, aku toh ndak mau ikut-ikut yang jaman sekarang. Aku Cuma mau pertahanin budaya sama ke tradisional nya biar ndak kebanting sama jaman modern sekarang.
Nirmala           : tukiyem, dengerin baik baik yah. Lo pikir kita masih hidup di jaman siti nurbaya, ini tuh udah beda. Udah modern, jadi bisa nggak sih kampung nya diilangin dikit. (jawab nirmala dengan sombongnya )

Tukiyem hanya diam sambil senyum senyum dan langsung mengikuti arahan dari kak ara.
Hingga waktu demi waktu terus berlalu, seni budaya semakin maju di sub unitnya masing-masing. Tari.. Musik.. Padus.. mereka unggul di bidangnya masing masing. Hingga saatnya mereka pun dipertemukan saat waktu latihan bersama sub unit masing-masing.

Dini                  : guysssss ayodong kita latihan, udah beberapa hari lagi nih kita kan harus perform di lomba nanti. Masa kalah sama anak tradisional yang kampungan itu . ewh ~
Rini                  : ehh apaan lo bawa bawa tari tradisional, tradisioal ya tradisional tapi jangan ngatain kampungan gitu dong. Apa beda nya sama tingkah lo itu -_-
Dini                  : tau lo din, kerjaan lo ngerendahin tari tradisional mulu, emang kenapa sama tari tradisional? Kampungan? Jelek? Gak modern ? hah apalagi ??
Nirmala           : aduh apaan sih kalian berisik banget, bukannya latihan. Apa lo liat liat?  Elo juga , udah deh sekali kampung ya tetep kampung. Ngga usah gabung sama anak kota. Urusin aja deh tuh tari tradisional kalian yang nggak pernah ada inovasi nya ~
Ayu                  : udah udah, ngapain sih ngejelakin satu sama lain, focus ya fokuss. Kita latihan lagi. okeee
 Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan latihannya masing masing. Disisi lain, Parjo yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan nirmala pun mencoba untuk mendekatinya.
(lagu inikah rasanya cinta)
Parjo                : lala. Mau nggak pulang bareng mas parjo iki??
Nirmala           : idih sadar diri dong lo siapa ngajak ngajak gue pulang bareng. Nggak level meen. Lo mau ngajak gue naik scooter itu? Idih yammpun kampungan banget sihh lo. Lo tuh cocoknya sama itu tuh si tukiyem. Bukan sama ge. Ngaca dooong.
Parjo hanya terdiam, dan tertunduk lemas karna dia merasa cintanya takan terbalaskan. namun disisi lain ada seseorang yang memperhatikannya dari kejauhan .
( aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cintaaaaaa..)

Ulfah               : ndra, pinjem dong keyboard nya. Gue mau ngiringin anak padus latihan nih, tinggal 1 minggu lagi.
Andra              : ntar ya fa, gue lagi make nih, lagian padus doang juga ngapain sih pake pake keyboard . udah suruh nyanyi aja. Keyboard nya mau dipake buat gue latihan band.
Ulfah               : tapi padus juga harus pak itu ndra, plis donag jangan egois. Inikan punya sekret, bukan punya lo pribadi.
Andra              : yailah, apaan sih. Gue mau lomba tau sama anak anak. Daripada elo padus gitu gitu doang, ribet banget sih. Kayak punya prestasi aja. Masih mending band gue kemana mana.
Hotimah          : heh! Apa apaan lo ngatain anak anak padus, gausah sok sok an deh lo mentang mentang band sering manggung terus lo ngerasa hebat? Terus lo bisa ngerendahin padus gitu aja? Gak mikir lo!
Fahmi              : udahlah ndra, ngalah aja. Kasih lah kasih.
Akirnya keyboard nya pun diserahkan ke ulfah dan digunakan utnuk mengiringi padus.
Anak anak padus pun mulai latihan .
(lagu bangun pemudi pemuda)

Ditempat yang berbeda..

Nirmala           : Tolongggg….. tolongggggg
Yogi                 : tolonggg.. tolongg.. aduh boooo tolong eykeeeee
Preman           : cepet serahin dompet dan handphone kalian , kali nggak ??? (ucap preman tersebut dengan membawa sebuah pisau.

Lalu tiba-tiba dijalan parjo pun melihat yog dan nirmala, lalu parjo segera melawan preman itu habis habisan sampe akhirnya preman itu kalah dan kabur. Shingga tidak berhasil menodong nirmala dan yogi.
Parjo                :  nir, kamu nggak papa ? (sambil memegang pipi kanan nirmala )
Nirmala           : gapapa jo makasih banget ya udha nolongin gue dan yogi, gue gatau deh apa jadinya gue kalo nggak ada elo.
Parjo                : iya samasama. Aku pamit duluan ya nir, gi.. (bergegas pergi namun tangannya keburu ditarik oleh nirmala)
Nirmala           : jooo, maafin gue ya kemarin kemarin gue selalu jutek sama elo. Padahal elo baik banget. 
Parjo                : iya nir, gapapa kok gue ngerti gue emang orang kampung, nggak modern kayak anak anak Jakarta.
Nirmala           : bukan gitu maksud gue jo, maafin gue ya joo…
(yogi improvisasi sendiri)

Setelah kejaian tersebut, nirmala mulai menaruh simpati terhadap parjo. Namun disisi lain, Tukiyem ternyata lebih perhatian pada parjo, dan parjo dengan tukiyem pun semakin dekat, namun hanya sebatas sahabat.  Mereka sering pergi dan pulang bersama, bermain gitar bersama, bahkan membuat nirmala terkadang kesal. Namun jauh dilubuk hati parjo, hanya ada satu nama yang masi mengisi ruang hatinyam yaitu nirmala.

(lagu………………………….)
Tiba tiba saat sdang sendiri, parjo pun duduk termenung di pinggir danau.
Parjo                : aku emang orang kampung, tapi aku kan keren, aku bisa main gitar, kenapa ya nirmala nggak suka sama aku. Aku harus gimana buat naklukin hatinya nirmala???
Dan tiba-tiba datanglah tukiyem dan duduk disamping Parjo.
Tukiyem          : joo . nirmala itu nggak baik buat kamu, dia sombong mentang2 dia orang kota. Seenaknya merendahkan kita. Kamu  harus hati-hati joo. Nanti kamu disakitin sama dia.
Parjo                : yem,ye.. kita tuh nggak boleh negtiv thinking sama orang. Setiap orang pasti berubah, mungkin aja kan suatu saat dia bisa berubah jadi lebih baik lagi. Kamu harus dukung aku yem.
Tukiyem          : jo, buka dong mata kamu, sebenernya tuh masih ada orang tulus sayang sama kamu joo. Buat apa kamu mengharapkan yang tidak pasti ?
Namun parjo salah mengartikan omongan iyem,
Parjo                : kamu bener yem! Masih ada orang yang tulus sayang sama aku, aku yakin aku pasti bisa naklukin hatinya nirmala. Makasih ya yem..

(lagu sadis – afgan )

Waktu terus berjalan sebagaimana mestinya, hingga tibalah disebuah acara Lomba Kesenian yang diadakan oleh Institut Kesenian Jakarta. UKM Kabayan pun mengikuti lomba tersebut dengan kategori sub unit masing masing.
“ minggir minggir minggir.. modern dance mau lewatttttt “ – ucap anak anak modern dance dengan gaya nya yang agak arogan
“heh, anak anak kampung, minggir dong. Kita mau duduk tau “ – ucap nirmala
Rini dan Dina sebagai anak tari tradisional sangat kesal denga sikap anak modern dance yang selalu mendiskriminasi anak anak tradisional.
“ heh, bisa nggak sih lo gausah pake kampung kampung segala? Kampungan tau nggak cara lo. Masih mending juga kita daripada elo Cuma bisa goyang sana goyang sini ketawa sana ketawa sini . “  - ucap anak anak tradisional dance
“ heh, denger yaaa .. kita tuh sub unit paling keren. Scara modern dance gitu, daripada elo, tarian lo gitu gitu doang. Orang juga litany bosen kaleeee. Lo liat  nanti siapa yang jadi juara ! “

( back sound akulah sang juara )

Kak ara yang sedang mengurus administrasi lomba mendengar percakapan tadi dan membutanya tersentak kesal.

“ udah ngomongnya ? udah berantem nya ? sebenernya kalian tuh berantemin apasih? Jangan kayak anak kecil deh. Lo semua tuh udah gede, udah dewasa. Emang pantes ya ngebahas hal kayak gini ? elo dini, tika, nirmala, apa salahnya anak anak tari tradisional ? emang salah ? ada yang salah dari tariannya ? ngga usah ngata-ngatain kampungan, semakin lo berantem kayak gitu malah semakin keliatan kok siapa yang kampungan. “
“ elo juga rini, ayu, dina. Ngga usah diambil hati, gue ngerti kok kalo kalian kesel. Anggap aja angin lewat. Ngga usah di ladenin, capek capekin aja. Gue gak mau ya lo semua sampe nggak focus dipanggung Cuma gara gara hal kayak gini.”
“ dan buat semuanya. Ngga usah main watak, ngga usah egois. Kalian bukan anak kecil lagi kan ? gak sepentesnya juga gue nasehatin kalian kayak gini. Harusnya tuh kalian sadar dari awal. Ini tuh UKM Kabayan. Kreasi budaya dan kesenian. Jadi terserah lo mau berkreasi kayak apa. Ngga usah saling beda bedain. Kalian semua tuh sama. Sub unit kalian pun jatohnya ke seni dan budaya juga. Kalo elo! Masih ngunggulin sub unit lo doang, buat apaan ada UKM Kabayan ? bubarin aja sekalian. Lo bikin deh tuh UKM sendiri sesuai keinginan lo, tinggal lo Tanya sama diri lo, lo udah punya apa ?.. sekarang terserah lo deh mau gimana, mau bubar ya bubar. Kalo lo masih ngerasa Bendera ini penting buat lo, lo pikirin deh tuh! Jangan Cuma mikirin diri lo masing masing “ – ucap kak ara panjang lebar
Anak anak pun terdiam. Tanpa ada yang berbicara satu pun, mereka saling lirik namun tak ada yang berkutik,
“ sekarang lo pikirin tuh omongan gue. Dan inget, kalian punya waktu setengah jam lagi setelah itu kita berangkat ke IKJ.  Kalo lo emang punya otak, lo tunjukin apa yang bisa lo berikan buat kabayan.” – ucap kak ara

Semua terdiam memikirkan perkataan kak ara, dan tiba tiba andra berkata
Andra              : fa.. maafin gue ya. Gue kemarin selalu ngejek padus, gue malu sama diri gue. Padahal gue sama band gue pun belum bisa kasih yang terbaik buat ukm kita tapi gue malah ngerendahin anak padus.
Tika, nirmala, dini       : ehm,,, rin.. maafin gue juga yaa selama ini gapernah ngehargain anak anak tari tradisional. Duh gue bego banget sampe bisa egois kayak gini. Gak seharusnya gue, lala, dini kayak gini. Kita samasama anak tari. Tapi gue sama anak modern dance sellau cari masalah. Maafin gue ya…. (menghampiri rini, dina, ayu)
Rini                  : iya gapapa kok gue ngerti, sekarang kita bersatu yaa. Genre kita emang beda, tapi sebenernya kita tuh sama. Samasama tari. Jadi gue rasa kemarin2 itu kita bodoh banget. Maafin gue juga yaaa.
Nirmala           : ohiya, tukiyem mana?

Ternyata tukiyem sedang asik berdua bersama Yogi.
Nirmala           : yem,,, maafin gue yaaa selama ini gue udah jahat sama elo, gue selalu ngatain lo kampungan, dll. Maafin gue ya yem.. (menghampiri dan memeluk tukiyem)
Tukiyem          : iyaa nggak papa kok woles ajaa (sambil menepuk pundak nirmala)

Saat itupun suasana kembali hangat. Dan harmonis, mereka bernyanyi satu sama lain dan saling menyemangati karna sebentar lagi masing masing akan lomba sesuai kategori sub unitnya masing masing. Lalu, dengan berlandaskan bendera ukm kabayan, mereka semua pun mengumpulkan tangannya masing masing dan berteriak “ hidup budaya dan kesenian !!! “
Kak ara yang diam diam memperhatikan mereka merasa lega karna akhirnya mereka pun sadar juga. Lalu mereka pun segera berangkat menuju IKJ dan melaksanakan lomba.
*Lomba dilaksanakan*

( masing masing sub unit tampil )

Higga tibalah dipenghujung acara, juri akan membacakan hasil dari perlombaan tersebut.
(nizar improve sendiri yaa..)
Juara 1 Kategori Lomba Modern Dance jatuh ke tangan UKM Kabayan
Juara 1 Kategori Lomba Tradisional jatuh ke UKM Kabayan
Juara 2 Kategori Vocal Group jatuh kepada UKM Kabayan
Juara 2 Kategori Festival Band jatuh kepada UKM Kabayan

Semua bersorak dengan gembira, tak percaya berkat dukungan masing masing, timbul lah rasa lebih semangat dalam diri mereka sehingga bisa memenangkan lomba tresebut.
Kak ara                        : selaat yaaaa, asli penampilan kalian keren abisss. Gini donggg dari dulu.  (ucap kak ara sambil mengucapkan selamat kepada mereka)
Makasih yaa kak ara, lo udah menyadarkan kita tentang arti penting sebuah kekeluargaan. Bahwasannya, biarpun kita berbeda beda sub unit. Kita tetep satu,, yaitu Kabayan. Semoga ini adalah langkah awal untuk kita bisa lebih maju lagiiiiiii. Hidup seni budaya !!! – ucap nirmala

Hari itu adalah hari yang sangat bermakna bagi mereka, semua merasa tenang dan senang. Lalu bagaimana dengan parjo dan nirmala ??

****

(di depan IKJ, nirmala sedang duduk termenung sendirian memandang langit yang penuh bintang bintang )
Parjo                : la.. sendirian aja..
Nirmala           : hai joo, sini duduk.
Parjo                : selamat ya la, tadi kamu dance nya bagus banget.
Nirmala           : ah biasa aja jo, makasih yaa. Elo juga keren kok. Jo.. maafin gue ya selama ini udah salah nilai lo, gue Cuma liat orang dari luarnya aja. Maafin gue yaa
Parjo                : iya ngga papa kok la, aku ngerti. La, aku boleh ngomong sesuatu ?
Nirmala           : boleh, apa jo?
Parjo                : anu… sebenrnya sejak pertama liat kamu, aku suka la sama kamu. Meskipun kamu jutek banget sama aku, tapi gak ada sedikitpun niat untuk aku lupain perasaan ini. Kamu.. kamuu mau nggak jadi pacar aku??
Nirmala           : hem,.. gimana ya joo aduhhh bingung
Parjo                : kenapa la? Kamu ngga mau ya? Aku ngerti kok aku emang cowok kampung, jelek, gapunya apa apa.
Nirmala           : bukan itu jo. Aku juga suka kok sama kamu sejak kamu nolongin aku waktu itu, dan kalo dipikir pikir kamu nggak jelek kok, kamu unik, kamu baik. Tapi bukannnya kamu waktu itu udah jadian sama tukiyem?
Parjo                : hah? Iyem? Enggaklah. Aku ngga pernah ada hubungan khusus kok sama iyem. Aku Cuma sahabatan doang. Aku Cuma cinta sama kamu la. Gimana pertanyaan aku?
Nirmala           : joo.. aku mau kok jadi pacar kamu, tapi gimana dngan iyem? Aku bisa liat dari matanya, dia kayaknya berharap sama kamu joo.

Disisi lain, iyem ternyata sudah mendapatkan seseorang yang pas untuk dirinya. Yaitu yogi. Dan tiba tiba ..
Tukiyem          : siapa bilangg??? Gapapa la, aku udah sama yogi kok . dulu aku emang sempet ada rasa saa parjo, tapi wes ilang. Aku baru sadar, yogi yang terbaik buat aku.
Parjo                : wahhh kalian jadian nggak bilang bilang. , la.. gimana ? berarti mau kaaannn?
Nirmala           : iyaa.. aku mau kok hehe.

Hari yang indah untuk seluruh anggota ukm kabayan ternyata juga menjadi hari yang sangat special untuk dua pasangan itu.

Pesan moral :
Jangan menilai seseorang dari luarnya saja, serta jangan pernah mempermasalahkan perbedaan. Karna dibalik perbedaan itu bisa saling menyatukan jika ada empati dari masing masing individu.

Created by


Rizky Amalia

When You're Gone #cerpen ke 4



When You’re Gone..

Malam itu, aku duduk didepan jendela kamarku seorang diri. Sungguh aku menyesal telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak aku katakan demikian padanya. Jika ada orang yang menominasikan lelaki terbodoh, mungkin aku salah satu diantaranya.

Yah, aku bodoh dan sangat bodoh. Aku menyesali segalanya. Ingatanku kembali pada beberapa waktu lalu. Saat dia .. saat dia masih bisa kulihat sosoknya.


Aku membuatnya kecewa. Aku menyuruhnya untuk berhenti mencintaiku. Karna keegoisanku yang tak ingin membuka pintu hati untuk orang lain. Pintu yang sudah tertutup selama beberapa tahun lalu. Dia mencoba untuk membuka pintu tersebut, namun aku selalu mengusirnya.

Dia mencintaiku. Setidaknya begitulah yang kutau. Namun aku tak mencintainya. Dan disinlah letak  kebodohanku, aku tak pernah melihat segalanya yang telah dirinya berikan untukku. aku tak pernah menyadari dan memikirkan betapa dia mencintaiku selama ini.


Kami berteman baik. Bahkan sangat baik, kami mempunyai banyak kesamaan. Namun tak menutup kemungkinan bahwa kami juga memiliki banyak perbedaan. Mungkin dalam cinta juga begitu.
Seiring berjalannya waktu, dia semakin menunjukkan sikap perhatiannya terhadapku. Awalnya, aku menerimanya biasa saja karna kupikir ini hanya sebuah perhatian dari seorang teman dekat. Namun seiring berjalannya waktu, dirinya semakin sering memperhatikanku, bukannya aku terlalu pede, namun aku hanya menceritakan apa yang kurasakan. Karna memang begitulah rasanya
Hingga akhirnya, aku membaca sebuah diarynya yang tak sengaja kutemukan di tasku karna waktu itu dia sempat menitipkannya padaku. Sungguh aku sangat kaget membukanya, karna isi diary itu adalah semua cerita tentang aku. Yang intinya… dia mencintaiku.

Seketika, aku pun bingung . bingung sekali dengan apa yang harus kulakukan. Karna aku hanya menganggapnya sebagai teman. Dan aku sangat tidak menyangka, gadis  sepertinya bisa mencintai seorang pria yang aneh sepertiku. 

Namun aku bersikap seolah olah tidak tau. Hingga aku terkadang merasa risih karna aku tak ada perasaan apa apa dengannya. Dimataku, dia hanyalah seseorang yang biasa saja. Karna dia juga bukan tipe cewek idamanku, namun aku akui, dia sosok yang sangat baik hati. Sekalipun dia begitu menyayangiku. Hingga terkadang aku takut. Aku takut menyakiti hatinya. Aku takut melukai hatinya. Aku tak ingin membuatnya sedih ataupun galau, karna dia sudah kuanggap sebagai teman dekatku. 
 
Aku pun mencoba untuk menjelaskan tentang perasaanku terhadapnya.
  shil, bisa ngomong sebentar? “ – ucapku padanya
“ iyah, bisa ndre. Ada apa yah? “ – jawab nya

Aku pun mengajaknya ke sebuah taman dimana aku akan mengutarakan semuanya padanya. Sejujurnya aku sangat tidak tega dengan tindakan yang kulakukan ini, namun aku sudah memikirkannya dengan matang-matang. Karna ini yang terbaik untukku dan dirinya.

“ shil, sorry banget. Waktu itu gue sempet baca buku ini, ketinggalan di tas gue. Gue baca semuanya. Maaf kalo gue lancang karna pas gue liat , posisinya bukunya terbuka. Apa bener tulisan yang ada dibuku ini tentang perasaan lo ke gue? “ Tanya aku padanya.

Shila kaget dan sangat kaget. Namun dirinya tetap bersikap tenang dan menjawab apa yang kutanyakan.

“ iya ndre. Semua itu benar.. ehmm.. aku.. aku..  tapi kamu tenang aja. Aku hanya sekedar mencintai aja kok bener dehhh, aku tau kok perasaan ini nggak mungkin terbalaskan. dan aku nggak berharap apa apa sama kamu, jadi biarkan aku tetap menyimpan perasaan ini yah. “ – jawab dirinya,

“ bukan gitu shil, jujur yaa gue Cuma anggap lo temen ajah . nggak lebih. Gue pengen kita biasa biasa aja. Gue nggak bisa ngebales perasaan lo shil, karna gue bukan tipe orang yang mudah untuk jatuh cinta. Dan.. gue udah suka sama ornag lain. “

“ndre, denger gue ya. Gue emang sayang sama lo. Tapi gue ikhlas ndre, gue nggak minta apa apa. Gue nggak pernah minta lo untuk ngebales semua perasaan gue. Ndre. Cinta ngga harus memiliki. Gue sadar itu. Cinta nggak bisa dipaksakan. Tapi dia mengalir seperti air. Setiap orang berhak mencintai dan dicintai ndre, so? Lo tenang ajaa. Kalo emang lo suka sama orang lain, ya itu urusan lo, itu hak lo. Mudah mudahan dia juga punya perasaan yang sama dengan lo. “ – jawab dirinya tanpa menitikkan air mata sedikitpun.

“yaudah shil terserah elo. Tapi yang jelas sampe kapanpun gue nggak akan pernah bisa ngebales perasaan lo. Jadi lebih baik lo ngga usah berharap apapun dari gue, karna gue nggak akan bisa ngasih itu ke elo. “ – ucapku sambil berjalan meninggalkan dirinya.

Dia hanya tersenyum. Namun aku tau, hatinya begitu sakit. Hanya saja dia tidak menunjukkannnya padaku, dia berusaha tegar dan kuat, dia sama sekali tidak menitikkan air mata setetespun, sungguh aku sangat kaget, karna dia tipikal orang yang mudah sekali menangis. Namun mengapa saat itu dia tidak menangis sama sekali, sebenernya dia manusia apa malaikat sih? Padahal kata kataku begitu kasar dan menyakitkan, namun dia tetap tersenyum tanpa menunjukkan rasa kecewa sedikitpun.


Waktu terus berlalu, terkadang hati ini merasa sangat bersalah dengan semua ucapan yang ku lontarkan waktu itu. Pasti dia sangat terluka. Pasti dia akan berubah sikapnya, pasti dia akan menjauhiku, biasanya kan begitu sikap seseorang yang telah dikecewakan. Tapi baguslah jika memang seperti itu, setidaknya aku tidak merasa risih lagi dengannya. Namun realitasnya, sosoknya tidak berubah. Sikapnya juga tidak berubah, dia tetap memperhatikanku. Dia tetap peduli terhadapku. Mungkinkah dia masih mencintaiku? Entahlah..
Dia sangat baik, sangat baik. Dia cerdas. Dia cekatan , dan dia sangat care dengan siapapun. Meskipun terkadang sikapnya terlihat seperti anak kecil. Mungkin itu yang membuatku tak bisa mencintainya. Padahal dia begitu baik terhadapku.

Namun beberapa minggu ini, aku merasa ada yang beda. Aku seperti kehilangan sosoknya. Aku tak pernah melihat seseorang yang biasanya begitu perhatian terhadapku, aku tak pernah melihat seseorang yang begitu baik dan selalu peduli padaku. Aku tak pernah merasakan perhatian dan kasih sayangnya yang selalu dia berikan kepadaku. Apa mungkin dia sudah mulai melupakan dan berhenti mencintaiku?
Entahlah. ~
***
Sore itu, aku duduk sendiri di kantin kampusku, dan aku melihat beberapa temanku menuju kearah parkiran, akupun segera menghampirinya.

“ wey, pada mau kemana ? “ – tanyaku
“ mau kerumah sakit, kenapa ? “ jawab Rere dengan ketusnya.
“ dih, rere galak banget. Orang nanya doang, emang siapa yang sakit? “ – jawabku
“ lagian elo ngeselin sih, sama temen nggak ada care nya banget. Pake nanya lagi siapa yang sakit, kemana aja lo. Emang lo gatau kalo shila masuk rumah sakit? “ – ucap rere panjang kali lebar.
“ lahh mana gue tau, orang pada nggak ada yang ngabarin gue. Sakit apasih? Yaudah gue ikut dehhh “ – ucapku
“siapa suruh lo sibuk sama cewek cewek lo, makanya jadi orang care dikitlah. Apalagi shila, gitu gitu kan dia baik sama elo. “ – jawab rere
“ aduhhh kenapa lo lo jadi pada berdebat gini sih, udahlah cabut yuk ah ngomong mulu, nggak aus??? “ – jawab Joshua yang daritadi hanya diam melihatku dan rere berdebat.

Akhirnya aku dan teman temanku pun segera menuju kerumah sakit, tempat dimana dia dirawat. Sesampainya disana, aku pun melihat sosoknya terbaring lemah tak berdaya. Rasanya sungguh sakit, pantas saja dia tak kelihatan beberapa minggu ini. Rupanya sedang sakit. Bahkan sedang koma, kulihat beberapa temanku menangis karna tak kuat melihatnya. 

“ dew, lo kenapa nangis? “ – Tanya ku pada dewi yang sahabatnya dia.
“ gapapa ndre, sedih aja liat keadaan shila. Biasanya gue kemana mana sama dia, biasanya ketawa ketiwi bareng, curhat curhatan bareng, terus tiba tiba dia harus terbaring lemah didalem. Gue bodoh banget, gue sahabatnya tapi gue gaktau kalo selama ini ternyata dia sakit. Abis dia nggak pernah nunjukkin sih. Sekalinya ketauan, langsung separah ini. “
“ oh gitu.” – jawabku singkat.
Sebenarnya ada rasa bersalah dalam diriku, aku kan teman dekatnya juga. Mengapa aku tak pernah peduli padanya sampai sampai dia sakit saja aku tidak mengetahuinya. Teman macam apa aku ini. Padahal dia gadis yang baik, sangat baik, pada siapapun, pantas saja banyak orang yang sedih melihat keadaannya.

***

Waktu terus berlalu, namun shila tak kunjung siuman. Sampai sampai aku menyadari ada sesuatu yang hilang dalam hidupku. Tak melihatnya selama beberapa minggu ini membuatku ada sedikit rindu. Dan merindukan segala bentuk perhatiannya terhadapku. Biasanya ada yang repot untuk sekedar membawakan aku makanan dikala aku lapar, atau minum saat aku haus. Atau mengingatkanku untuk sholat dan hal hal lainnya. Dia begitu baik. Aku saja tak pernah memperhatikan diriku sebagaimana dirinya memperhatikanku. 

Namun saat ini, aku tak bisa merasakannya lagi, dia sudah terbaring lemah disana. Sungguh saat ini aku sangat merindukan segala bentuk perhatiannya, padahal dulu aku sangat risih dengannya. Akupun bergegas untuk menjenguknya lagi dan sesampainya dirumah sakit, aku melihat beberapa temannya disana. 

“ gimana keadaannya shila ? “ tanyaku
“ masih inget lo sama shila ? gue kira udah ngga peduli “ jawab Aldo .
Aldo itu temanku, yang juga temannya shila. Dan yang aku tau, aldo itu ternyata menyukai shila, hanya saja shila tidak pernah meresponnya. Yaa karna nyatanya shila hanya mencintaiku.
“ yaelah, gini gini kan dia juga temen gue. Kenapa jadi elo yang sewot. Udah minggir deh ah gue mau masuk “ – jawabku dengan kesalnya

Akupun masuk kedalam ruangan yang cukup steril itu, sungguh.. seketika tubuhku lemas sekali. Dan aku seakan merasakan kesakitan yang dia alami. Melihatnya terbaring lemah di ranjang itu, lengkap dengan alat alat medis yang cukup mengerikan. Dengan selang yang selalu menempel dihidungnya, dan infuse yang menempel di tangannya. Matanya tertutup, anggota tubuhnya tak  ada yang bergerak sedikitpun. Melihat kondisinya yang seperti itu membuatku sedih rupanya. 

Aku pun duduk si sebelahnya, memandangi sosoknya yang terbaring lemah tak berdaya, kulihat suster masuk keruangan ini dan memeriksa nya.

“ gimana sus keadaannya ? “ – tanyaku
“ nona shila masih koma mas,  kata dokter, kerusakan yang terjadi pada otaknya menyumbat semua aliran darahnya. Yang kita bisa lakuin Cuma berdoa dan menunggu mujizat dari Tuhan. “
“ tapi pasti bisa sembuh kan sus ? “ – jawabku
“ semoga, mas berdoa aja. Ohiya, lebih baik pasien diajak berbicara. Meskipun dia koma, dia masih tetap bisa mendengar. Karna alat pendengarannya masih bisa berfungsi dengan baik, kerusakan otaknya yang terjadi hanya menyumbat beberapa organ tubuh dan panca indera nya, namun tidak pada alat pendengarannya. Jadi pasien masih bisa mendengar. “ – ucap suster itu.

Suster itu pun kemudian pergi keluar, dan aku terdiam. Aku tak menyangka ternyata shila mengidap penyakit separah ini. Karna selama ini dia selalu kelihatan kuat dan ceria. Dia tak pernah menunjukkan kalau dirinya sakit atau lemah. Sungguh ini benar benar membuatku hampir tak percaya.
Aku pun mencoba untuk mengajaknya berbicara, meskipun dia tidak merespon, namun semoga saja dia mendengarnya.

“ shil.. lo cepet sadar ya shil, kita semua nungguin lo nih. Ohiya shil, elo inget nggak awal pertama kali kita ketemu ? waktu itu, gue nggak sengaja nabrak lo dikantin terus makanan yang lo bawa tumpah, terus elo marah marah. Elo lucu banget deh kalo lagi marah.. “ – ucapku sambil mengusap lembut tangannya. Berharap tangan itu bergerak, namun ternyata tidak.

“ shil.. bangun dong. Jangan lama lama tidurnya, emang elo enggak capek tiduran terus? Shil.. lo inget nggak ? waktu itu gue pernah bikin elo kecewa, maafin perkataan gue waktu itu ya shil.. gue nyesel banget.. elo sadar dong shil, gue bĂȘte nih nggak ada yang perhatian sama gue lagi.. “ – ucapku panjang lebar

Tanpa terasa kuteteskan air mata ini. Oh tuhan.. baru kali ini aku menitikkan air mata. Sejujurnya aku sedih melihatnya tak sadarkan diri. Aku pun terus menggenggam tangannya yang kecil itu. Tanpa kusadari, ternyata mama dan papa nya shila sudah ada disampingku. 

“ kamu andre ya ? “ – ucap mamanya shila
“ iya tante, kok tau ? “ – jawabku sambil mencium tangannya
“ jelas tau, kan dikamar shila ada foto kamu. Shila juga sering cerita tentang kamu kok sama tante “ – jawab mamanya shila
“ aduh aku jadi malu nih tante. Ohiya tante, kalo boleh tau, shila sakit apasih tante ? kok nggak sadar sadar.. “ – Tanya ku
Mamanya shila terdiam. Aku melihat ada kesedihan di matanya, namun semua itu ia tutupi dengan senyumnya.
“ sebenernya dia anak yang kuat, tante sampe salut sama dia. Sejak kecil, shila mengidap penyakit kanker otak. Dulu, sempet di prediksi dokter, hidupnya nggak akan lama, tapi ternyata takdir berkata lain. Dia tetep kuat ngejalanin hidupnya sampai sekarang. Kadang tante suka nggak tega liat dia sakit, biasanya kalo kumat dia langsung masuk kamar. Dia nggak pernah mau nunjukin rasa sakitnya didepan keluarganya. “ – ucap mamanya shila dengan tegar nya,
“ dia kakak terhebat yang pernah aku milikin. Aku sayang banget sama kaka shila, kak shila selalu ceria, selalu bikin aku ketawa. Dia nggak pernah sekalipun nunjukin perasaan sedih. Padahal aku tau, kadang dia suka duduk sendiri di pinggir kolam, sambil nulis nulis dan nyoret nyoret kertas, kadang sambil nangis, terus kertasnya di buang. Terus dia buru buru ngapus air matanya kalo lagi kepergok aku. “ – ucap adiknya shila 

Aku menjadi terharu, aku salut dengan sosoknya yang kuat dan tegar. Aku jadi merasa sangat bersalah telah membuatnya kecewa waktu itu. Andai saja aku bisa memutar waktu, inginku kembali dan mengubahnya. Aku ingin membuatnya bahagia dan aku tak ingin melukai nya.

Kedua orangtua shila pun pamit untuk membeli makanan diluar, sedangkan adiknya pergi ke toilet. Teman teman yang lain sudah pulang, tinggal aku disana. Aku pun memandangnya, jika diberi kesempatan, ingin sekali aku memperbaiki semuanya. Ingin rasanya aku memeluk tubuh yang tak berdaya itu, ingin sekali aku sesekali membalas kebaikan dan perhatiannya yang selama ini selalu aku acuhkan.

“ shillll.. bangun dong.. gue janji deh kalo elo sadar, nanti gue ajak lo ke pantai, kita liat sunset disana, lo pasti suka kan shil.. ohiya, minggu depan gue ulang tahun shil, nanti kita nyanyi bareng ya shil, kita rayain bareg temen temen yang lain. Biar seru, makanya elo bangun dong shil..  tidur mulu, kebo dehhhh “ – ucapku panjang lebar, namun shila tak juga sadar. 

Siang itu, aku merasa ngantuk sekali, dan aku bergegas untuk tidur sebentar. Belum sempat aku merebahkan kepalaku, aku tersentak kaget. Tangannya bergerak.. lalu perlahan mata shila terbuka.. aku pun segera memanggil suster. Sungguh aku kaget dan senang sekali karna akhirnya dia sadarkan diri.
Dia tersadar. Dan tersenyum ke arahku, aku membalas senyum nya. 

“ hai ndre, ngapain disini ? bukannya kuliah sana “ – ucap nya dengan lembutnya
“ shil..shil.. kondisi lo udah kayak gini, masih aja mikirin gue. Gue disini jagain lo lah, lo lama banget sih tidurnya, berminggu minggu, kayak lagi berhibernasi aja deh “ – jawabku
“ makasih banget ya udah mau jenguk gue, ohiya kita jadi kan liat sunset ?? “ – jawab shila terbata bata
“ lo denger shil?? “ – jawab ku
Shila hanya tersenyum.. dan aku teringat kata suster kemarin, bahwa meskipun kerusakan otaknya mempengaruhi beberapa organ tubuhnya, namun alat pendengarannya masih tetap berfungsi dengan baik.
“ iya nanti kalo elo udah sembuh kita liat sunset yaa,kita main bareng di pantai.. “  - jawabku
Beberapa menit kemudian, suster pun segera datang, begitu juga orang tua shila, dokter pun memeriksa kondisi shila.
“ syukurlah, akhirnya anak mama bangun juga. Kita semua sepi nih nggak ada kamu “ – ucap mamanya shila
“ ah mamah bisa aja deh, kan ada dek andin.. “ohiya ndre, sekarang jam berapa? “ - Tanya shila
“ jam setengah 6 shil, kenapa? “ – Tanya ku dengan lembutnya
“ ndre.. gue mau liat sunset.. sekarang.. nanti keburu terlambat.. plisss “ – ucap shila memohon.
“ tapi kondisi kamu masih lemah shil, kamu harus banyak istirahat kata dokter, nanti aja ya kalo udah sembuh. “ – ucap papanya shila.
“ plis. Aku janji nggak akan lama.. Cuma liat sebentar nanti aku langsung pulang “ -  ucap shila 
“ yaudah boleh, tapi inget, jangan lama lama yaaa “ – jawba mamanya shila

Aku pun segera membawa shila ke mobil, dan bergegas untuk segera menuju ke pantai. Kebetulan jarak dari rumah sakit ke pantai tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai kesana. Aku pun mengendarai mobilku bersama shila, aku bahagia sekali bisa melakukan sesuatu yang bisa membuatnya tersenyum kembali. Ternyata, membuat orang senang itu ada rasa kepuasan tersendiri ya dihati.
Beberapa menit kemudian, kami pun sampai di pantai, shila duduk di kursi roda nya. Dan aku mendorongnya dari belakang, kami melihat sunset. Dan keceriaan itupun terlihat kembali dari matanya.

“ waaahh indah ya ndre sunset nya, dunia ini indah banget ya. Gue jadi kangen sama Sang pencipta, rasanya pengen cepet cepet menemui-Nya.. “ – ucap shila
“ iya indah banget, makanya lo harus sembuh, biar kita bisa sering sering kesini.. “ – jawbaku
Kami pun samasama manikmati sore itu, dan sama sama terdiam. Aku tetap berdiri di belakang shila yang tengah duduk dikursi roda.
“ ndre, nanti coba deh elo buka tas gue di rumah, disitu ada sesuatu buat lo. “ – ucap shila
“ oya? Apa shil ? duh elo nih ada ada aja dehh, oiya, udah jam 6 nih ayuk balik nanti keburu malem, “ – jawabku
“ nanti dulu ah, gue mau menikmati senja yang indah inii… “ – ucap shila..
Lalu dia pun terdiam, dan tiba tiba shila merintih..
“ ndre.. dingin.. andre.. dingin banget ndre.. andre.. aku mau pulang.. “ – ucapnya sambil merintih.
Aku pun panik, aku takut terjadi apa apa padanya, aku pun reflek memeluknya, namun dia terus merintih kedinginan. Padahal dia sudah mengenakan jaket yang cukup tebal.
Aku terus memeluknya, berusaha membuatnya untuk merasa lebih hangat. Syukurlah, dia tidak merintih lagi, mungkin sudah merasa lebih hangat dari yang tadi.
“ nah, udah nggak dingin kan shil? Yuk kita pulang..” – ucapku masih dalam pelukannya,
Namun shila tak menjawabnya, aku memanggil namanya kembali namun ia tak menjawab. Hingga akhirnya aku pun melihat matanya sudah terpejam, dan terlihat jelas ketenangan dari wajahnya. Aku pun tersadar, shila kini sudah pergi..
Aku pun histeris dan berteriak sekencang mungkin..
“ shilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…”
Sekarang, dia benar benar telah pergi.. pergi dalam pelukanku, namun untuk selamanya..
***
“ andre.. ada temen kamu nih.. “ – ucap mamaku membuyarkan lamunanku tentang beberapa waktu itu. Aku pun bergegas keluar, rupanya Andina, adiknya shila.
“ eh andin, ada kabar? Ada apa nih malem malem kesini ? “ – tanyaku
“ aku mau nyampein ini, aku nemuin ini di tas kak shila. Tadi aku lagi bongkar bongkar tasnya, terus aku temuin ini, “ – jawab andina sambil memberikan sebuah kotak kado.
“ wah makasih banget yaa. Salam buat mama papa ya dek “ jawabku
“ Iya kak, aku pamit pulang yahhh “ 

Andina pun pulang. Aku pun segera membuka kado tersebut. Aku sangat kaget saat melihatnya rupanya itu adalah sebuah bingkai yang isinya sebuah sketsa wajah ku yang ia gambar sendiri dengan tangannya. Sangat bagus. Aku pun membaca surat yang juga tertempel dibelakangnya..

Untuk yang terkasih, andre..
selamat ulang tahun ndre. Maaf telat ngucapinnya.  Mungkin aku bukan orang pertama yang ngucapin ini. Mungkin juga aku bukan orang pertama yang hadir dihati kamu, mungkin juga aku bukan seseorang yang berarti dimata kamu. Tapi semoga suatu saat kamu sadar kalo aku sayang banget sama kamu. Maaf aku ngga bisa kasih apa apa, tapi gambar ini aku buat sendiri, jadi maklumin yaaaa kalo jelek hehe.
Ohiya, maaf juga buat sikapku selama ini, mungkin aku sering bikin kamu risih, jujur aku ngga ada maksud apa apa. Aku Cuma sekedar memberikan perhatianku aja buat orang yang aku sayangin, sebelum semuanya terlambat.  Karna aku sadar, aku nnggak bisa lama disini. Mungkin saat kamu baca surat ini, aku udah pergi jauh.. aku udah tenang ndre disini.. dan kamu pasti juga tenang karna nggak ada yang bikin kamu risih lagi kayak kemarin kemarin, maafin aku ya ndre kalo perhatianku terlalu berlebihan..
Ndre.. aku sayang banget sama kamu.. aku boleh kan minta satu permintaan ? untuk yang pertama dan terakhir..
Aku pengen liat kamu punya pacar yang baik dan bisa bikin kamu bahagia, kalo kamu udah nemuin orangnya, jangan pernah kamu sia siain ya ndre.. jaga dia terus selagi dia masih bisa bersama kamu. Jangan jatuh kedalam lubang yang sama ya ndre. Karna keinginanku melihat kebahagiaanmu.

Dari yang mengasihimu,
Shila Naomira

Kututup surat itu.  Sungguh ini membuatku merasa terpukul, mengapa aku harus kehilangan orang yang selama ini selalu ada untukku. mengapa aku tak diberi kesempatan untuk membahagiakannya. Mengapa aku tak diberi kesempatan untuk membalas semua kebaikannya..

aku menyesal.. menyesali segala yang pernah terjadi.. mengapa aku dulu mengecewakannya.. mengapa aku dulu tega melukainya.. kenyataannya sekarang aku mulai mencintainya, namun ternyata takdir berkata lain, disaat aku mulai mencintainya, dirinya kini telah tiada. Untuk selamanya..

mulai saat ini, aku berjanji, aku tak akan menyia nyiakan orang yang pernah ada dalam hidupku, aku tak akan pernah mengecewakan mereka.. aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama. Aku tak ingin kehilangan orang yang sangat tulus mencintaiku untuk yang kedua kalinya. Semoga Tuhan memberikan ku kesempatan kedua untuk menemukan cinta sejatiku. Mungkin shila bukan cinta sejatiku, namun shila akan tetap hidup didalam hatiku..


to be continue …