Kamis, 10 November 2016

Dialah pemilik akun @Yudianradisic

Lagi lagi. Pikiranku kembali menerawang sampai menembus batas langit ketujuh. Hihi...


Pas banget nemu foto ini. Bikin aku untuk kembali menerawang beberapa waktu lalu. Tepatnya bulan agustus 2013. Waktu itu aku masih jadi siswa yang baru lulus UN dan baru aja daftar di perguruan tinggi swasta yang tak lain dan tak salah lagi adalah STEI.

Mungkin kalo aku gak liat foto kamu yang ini, aku gak akan pernah kenal kamu. Gak akan sesayang ini sama kamu. Dan gak bakal keseret sejauh ini pastinya hehe.

Entah apa namanya, takdirkah, atau rencana tuhan kah, atau skenario tuhan. 

Lagi lagi aku kembali senyum senyum sendiri setiap kali kulihat foto ini.

Foto yang terpasang menjadi avatar twitter akun @yudianradisic pada bulan agustus 2013 lalu, berhasil bikin aku tertarik untuk memfollow nya lantaran kufikir kamu anak mapala stei dimana pada saat itu aku pengen banget nyari tau gimana caranya bergabung di mapala. 

Sampe akhirnya, aku mention kamu dan kamu bales mention aku dengan ramah. "Kaka anak mapala ya?" "Bukan kiki. Kaka anak seni budaya"

"Oh seni budaya itu ada apa aja ka?"

Begitulah percakapannya sampe akhirnya aku kenal kamu, kamu kenal aku. Padahal kita belum pernah ketemu. 

Sampe akhirnya tanggal 4 september 2013, kamu minta aku untuk baca cerpen kamu di blogmu dan pada saat itulah aku sangat terkesan dengan semua tulisan tulisanmu. Terlebih puisimu. Karna bagiku, kamu aneh.

Dan tepat di tanggal 9 september pada acara ormasis exhibiton, aku antusias banget pengen tau kamu yang mana. Sampe sampe aku selalu merhatiin orang dan bandingin dengan ada yang di avatar twitter kamu.

Sampe akhirnya 3 hari setelah aku jadi mahasiswa baru, atau tanggal 12 september 2013 aku ikut open house ukm seni budaya, dan pada saat itulah aku bertatapan langsung dengan kamu. Pemilik akun @yudianradisic yang sampe sekarang selalu jadi inspirator menulisku. Yang seiring berjalannya waktu, kini menjadi orang yang paling spesial dalam kehidupanku. Pria kedua setelah ayah yang paling berarti dalam kehidupanku. Pria yang selalu membuatku bahagia dengan kekonyolan dan kegaibannya. Sekaligus pria yang sampai saat ini selalu kusebut namanya dalam setiap doaku.