Minggu, 24 Mei 2015

Yang Terlewatkan

Yang terlewatkan
Oleh : Rizky Amalia

Aku masih disini. Masih dengan perasaan yang sama seperti dulu. Sudah hampir 2 tahun aku membiarkan perasaan ini terus bersarang dihatiku tanpa ada satu orang lainpun yang tau. Termasuk dia. Aku nyaman. Aku nyaman dengan perasaanku yang seperti ini. Walau terkadang ada sedikit rasa ingin memilikinya namun aku selalu berusaha untuk melawan perasaanku untuk tidak egois. Aku tak pernah tau hatinya untuk siapa, aku tak pernah tau bagaimana perasaannya terhadapku. Aku tak pernah tau dia menganggapku sebagai apa. Yang jelas, aku nyaman bersamanya. Aku nyaman dan selalu ingin berada didekatnya. Karna itulah aku berusaha untuk menjaga hubungan baik ini dengannya. Aku tak ingin hubungan ini sampai renggang kemudian rusak hanya karna perasaanku ini. Biarlah dia menjadi mimpiku. Menjadi mimpi indah sekaligus angan anganku.
Baiklah, namaku Desya. Aku hanya seorang anak perempuan yang selalu ceria. Dan extrovert. Begitulah kata teman temanku. Padahal aku introvert banget. Aku tertutup pada orang lain, dalam hal pribadi tentunya. Teman teman mungkin hanya melihatku dari luar, padahal mereka tak pernah benar benar tau bagaimana kehidupan ku yang sesungguhnya. Kehidupan yang juga penuh duka dan luka.
“ desyaaaaaa “ – ucap dendi dari pinggir lapangan
“ hai den, belom pulang ? “ – jawabku
“ belom nih, males. Baru juga jam 4. Lo belom balik ? “ – ucap dendi
“ belum nih, mau latihan dulu biasa hehe. “ – jawabku sambil tersenyum simpul
“ oh gitu oke des. Gue duluan ya “ – ucap dendi
Orang yang aneh. Tadi dia bilang males pulang, terus tiba tiba pulang duluan. Entahlah, mungkin dia lelah.
***
Kulangkahkan kakiku dengan gontai menuju kamarku yang berada dilantai dua, kemudian membiarkan tubuhku terbaring diatas kasur. Bunda menghampiriku dengan cemas.
“ desya, kamu gapapa sayang ? “ – ucap bunda sambil memberikan air hangat untukku.
Aku hanya tersenyum, tak ingin membuat bunda khawatir. Aku memang sangat beruntung, memiliki bunda yang sangat sayang dan perhatian padaku. Bunda yang sekaligs menjadi ayah dalam hidupku, yah. Ayah sudah tidak ada, anggap saja tidak ada. Ayah meninggalkan kuu sejak aku berumur 3 tahun, dan sejak itulah bunda bekerja keras untuk membesarkanku hingga aku bisa seperti sekarang.
“ minggu depan kita berangkat yah? “ – ucap bunda
Aku hanya menggelengkan kepala dan kembali tersenyum menatap bunda. Aku tak ingin merepotkan bunda, apalagi sampe menghabiskan uangnya bunda.
“ kalo didiemin, nanti tambah sakit. Disana kam bisa dapet penanganan yang lebih layak. Cuma sebentar kok, 1 -2  bulan aja, bunda mohon sama kamu ya sayang untuk kali ini aja. “ – jawab bunda sambil mengelus kepalaku
Aku menangis, kupeluk sosok malaikat yang ada didepanku ini dengan erat, aku menangis sejadi jadinya dipelukan bunda.
Esok harinya aku pun segera mengurus cuti kuliah, bunda sibuk mempersiapkan segala administrasi karna lusa aku akan berangkat ke Beijing untuk berobat disana.
Aku sakit, yah. Aku sakit parah. Ada tumor dalam otakku yang harus segera diangkat. Kalau tidak, akan menghambat proses bekerja otak dan organ tubuh lainnya. Itulah mengapa aku sering merasa lelah karna oksigen yang masuk ke otak terhambat oleh tumor yang ada di otakku.
Setelah mengurus kuliah dan segala administrasi di Jakarta, aku dan bunda pun segera berangkat ke Beijing dan tinggal beberapa minggu disana.
***
Beijing ,
“ diliatin terus fotonya, kangen yaa? “ – ucap bunda
“ ah bunda bisa ajaa. Engga kok, lagian kan kita ga ada apa apa “ – jawabku
“ tapi kamu sayang kan sama dia? “ – jawab bunda
Aku hanya terdiam tanpa menjawab.
“ sama bunda tetep gamau cerita? Bunda boleh tau dong? Siapa tau, kamu bisa lega “ – jawab bunda
“ iya bun. Aku sayang, udah lama. Tapi aku gak berani buat bilang. Apalagi nunjukkin ke dia. Aku takut gak bisa sedeket ini lagi bun, biarlah aku dan Tuhan aja yang tau. Toh juga dia Cuma mimpiku aja kok “
“ sayang, suka atau sayang itu wajar. Kamu gak perlu takut, lakukan apa yang kamu anggap itu baik buat kamu. cinta itu give and given.. member dan diberi.. bukan take and give. Bukan meminta.. kalo kamu sayang, lakukanlah yang terbaik untuk dia, berikan yang terbaik buat dia, tapi tetep jangan sampe menyakiti diri sendiri. Karna cinta itu adalah kebahagiaan. “
“ makasih ya bunda.. “ – jawabku sambil memeluk bunda
Beberapa menit kemudian, akupun harus masuk keruang operasi karna harus menjalani operasi pengangkatan tumor yang ada dalam otakku.
***
Aku merasa ada cairan dingin berjalan diperedaran darahku, rasanya sangat dingin. Tubuh ini seperti membeku. Rasanya sulit sekali untuk bergerak. Namun aku tetap berusaha melawannya, melawan mataku untuk tetap terbuka..
Okeee besok besok aja yak dilanjutin. Mumetttt nih kikinyaa