Minggu, 30 Agustus 2015

Mingguku

Hai selamat datang di postinganku kali ini. Siang ini matahari terasa sangat terik sekali. Aku masih duduk dibangku plastik yang berwarna merah. Oke siang ini aku merasa mual sekali, rasanya seperti baru saja menaiki roller coaster.

Aku lagi puncak loh. Seneng rasanya. Semalem jam 12, aku langsung meluncur kekampus. Walaupun pada saat itu aku sedang tidak fit, baru saja sakitku pulih.
Tetapi karna aku sangat dan sangat ingin refreshing, kuputuskan untuk ikut karna memang sudah laaku tidak liburan.

Haaa sepanjang jalan, jalannya berliku liku. Sebetulnya ini bukan pertama kalinya aku ke puncak, hanya saja sensasi nya itu terasa berbeda. Apalagi ini pertama kalinya aku naik motor sama orang yang sangaaaaaat aku sayang.

Hihi. Kalian pasti tau gimana perasaanku saat itu.
😄😄😄.

Iyaaa setelah melewati perjalanan sekitar 3 jam, akhirnya kitapun sampai dan beristirahat di salah satu rumah makan.

Kupandangi sosoknya yang mulai tertidur, mungkin lelah karna aku sendiri saja yang duduk dibonceng sangat merasa lelahhh sekali dan pegel pegel.

Kuusap rambutnya saat dirinya mulai tertidur. Rasanya rindu sekali, karna memang sudah hampir seminggu aku merasa sudah mulai renggang.

Dan saat ini aku merasa memang agak sedikit ada perubahan dalam dirinya. Entahlah, aku harap ini hanya perasaanku saja.

Walaupun sebenarnya akhir akhir ini aku merasa sedikit gelisah.
Memang aku yakin ada sedikit perubahan dalam dirinya, mungkin ini juga karena kesalahanku karna sudah bersikap cemburu dan childish. Tapi aku begini karna aku terlalu sayang sama dia dan aku ca takut kehilangan dia. Dan memang aku menyesalinya.

Aku harap, dia bisa kembali seperti biasa. Seperti minggu minggu sebelumnya, dan kembali menjadi orang yang selalu membuatku tertawa.

Rabu, 26 Agustus 2015

Tumbang

Kadang. Kita tak akan pernah menyangka apa yang akan tuhan berikan dalam hidup kita. Tapi, apapun yang kita dapatkan kita tetap harus mensyukurinya. Baik buruknya, tuhan telah mengaturnya. Terimalah, dan tetap jalani hidup ini dengan sebaik baiknya.

Oke. Panggil saja aku Ria, hanya seorang perempuan biasa yang punya banyak mimpi yang luar biasa. Mimpi bisa pergi ke bulan, mimpi bisa ngitung seluruh bintang dilangit, mimpi.. mimpi bisa jalan jalan keliling dunia bersama orang yang aku cintai.

Setiap hari, aku selalu menjalani hidupku dengan penuh keceriaan. Aku punya banyak teman yang.. kupikir dia sayang sama aku. Aku punya banyak sahabat. Aku punya orangtua yang sangat sayang sama aku. Dan aku... aku punya dia yang selalu menjadi sandaran hatiku. Hidupku sangat indah. Sangaaat indah. Selalu dikelilingi mereka. Aku bisa ketawa. Aku bisa jadi orang gila. Aku bisa jadi apa yang aku mau. Semua terasa indah.

Dan aku tak ingin kehilangan semuanya. Walaupun aku tau, satu persatu pasti akan hilang.

Kau tau? Hari ini aku sedang berbaring. Hanya bisa berbaring pada kasur kesayanganku. Dengan wajah yang pucat pasi, tak ada senyum, tak ada tawa. Ruangan ini terang, tapi aku merasa gelap. Aku merasa sepi. Sunyi.

Sudah 2 hari aku terbaring. Rasanya begitu malas untuk beranjak. Tubuhku hanya bisa terkulai lemas. Kupandangi sekelilingku, hanya ada lemari, kipas angin, fotofoto, jam dinding, semuanya diam. Tak ada yang bisa kuajak bicara. Aku jenuh.

Kuingat kejadian 2 hari lalu, saat itu aku baru pulang sekitar pukul setengah 11 malam. Baru saja kurebahkan tubuhku disini, dikasur yang sedang kutiduri, tiba tiba aku merasa lambung ini rasanya seperti mau pecah. Seluruh mataku gelap. Aku mencoba untuk menahan mataku untuk tetap terbuka tapi rasanya sulit. Aku pun pasrah dankupejamkan mata itu sambil kupegangi terus perutku, berharap rasa sakit itu segera pergi. Namun rasanya tak ada perubahan, aku seperti kambing yang mau dipotong. Hanya bisa meringkuk dan meringkih selama beberapa jam. Kurasakan cairan menetes diatas kasurku, warna nya merah pekat. Sial! Ternyata aku datang bulan. Akupun segera membersihkan badanku dan mengambil segelas air hangat setelah itu kembali ke tempat tidurku. Kini rasanya lebih sakit dr sebelumnya. Mungkin efek dari pms tersebut. Selama 4 jam aku masih tak bisa nyaman diatas kasurku, walau sudah berganti2 posisi. Rasanya sakitnya semakin hebat. Tak pernah aku merasa sesakit ini sebelumnya. Kulihat darah itu kembali menembus selimut yang kugunakan. Lagi lagi tembus. Seprti pendarahan saja. Pantas rasa sakitnya seperti ini.

Akupun mengambil air hangat kembali dan meminumnya hingga habis untuk mengurangi rasa sakit di perutku. Berharap bisa segera tidur. Namun sampai pagi akupun masih tak bisa tidur, hingga siangnya ketika aku ingin kekamar mandi, aku mencoba utk berdiri namun segalanya terasa gelap dan aku tak ingat apa apa lagi.

Yang aku ingat hanyalah aku sudah berada diatas kasur ku seperti semula. Kata adikku, tadi aku pingsan. Umi menyuruhku makan namun aku tak mau karna aku memang sedang tidak nafsu makan. Aku baru ingat kalau dari semalam aku belum makan. Entahlah, rasanya aku memang tidak lapar. Setelah itu akupun baru bisa tertidur. Sore harinya, aku ke dokter untuk periksa lambungku yang memang sudah kronis dari 8 tahun yang lalu. Akupun menurutinya. Dan ternyata benar saja, asam lambungku naik lagi. Bahkan sudah semakin kronis, mungkin karna memang pola makanku tidak teratur selama ini. Kata dokter kalau aku masih membandel, hal paling buruk yang akan terjadi adalah... ah sudahlah aku tak ingin menyebutkannya. Ditambah lagi kondisiku sedang tidak bagus, dokter menyarankan utk periksa darah karna memang panas badanku sedang tinggi ditamnah lagi perutku sangat mual. Takut demam berdarah katanya, setelah diambil darah, dan menunggu hasil tesnya keluar ternyata aku kena tipes. Hufttt hemoglobin ku juga sangat rendah sehingga itu yang bikin aku jadi sering pusing. Mungkin ini karna aku juga terlalu banyak kegiatan dan jadinya kecapean plus pola tidur dan makanku gak bagus. Sehingga daya tahan tubuhku lemah dan bakteri masuk dengan mudah. Kena deh tipes2 itu pfttt.

Tapi sekarang udah mendingan sih panasnya udah turun. Cuma mual nya masih mual banget plus aku bener bener masih lemes. Lambungku yang udah luka juga berimbas aku hanya boleh makan bubur. Ga boleh makan yang keras keras. Ih bete banget. Tapi gapapalah daripada harus dirawat. Kemarin sih disaranin suruh rawat inap tapi aku gak mau. Aku gak suka rumah sakit.mending dirumah ajalah.

Oiya aku kangen deh sama dia. Udah 2 hari aku gak bbm.an . Entahlah sepertinya dia masih marah sama aku. Sikapnya berubah jadi cuek gitu. Sedih sih tapi aku positif thinking ajadeh mungkin dia emang masih kesel sama aku. Mudah mudahan aja cepet kembali normal kayak biasa. Ceria lagi. Dan bikin aku ketawa lagi.

Kangen banget abisnya. Kau tau? Udah 2 hari ini aku nangis mulu. Gelisah rasanya. Aku sepi banget sumpah. Aku pengen dia ada disini nemenin aku. Usapin kepalaku. Rasanya aku tenang banget kalo lagi dideket dia.

Tapi aku takut. Tadi aku mimpi. Mimpi aneh. Aku takut banget. Ah udah deh aku tidur aja. Aku jenuh banget daritadi gak ada yg bisa aku lakuin.

Senin, 17 Agustus 2015

Tetaplah Seperti Ini

Sekarang, dirinya bukan lagi sebuah kenangan. Tapi kuharap bisa menjadi sebuah masa depan. Aku begitu mencintainya, sampai sampai aku lupa bahwa dirinya pernah menyakitiku dulu. Sekarang, dia tak lagi seperti itu. Dia bukan lagi dia yang dulu. Entah bagaimana aku harus menceritakannnya, rasanya semua begitu berbeda. Setiap harinya selalu saja ada hal kecil yang membuatku begitu bahagia. Sampai sampai aku lupa bagaimana rasa sakit itu. Dia teramat baik, selalu memberikan perhatiannya untukku. Mengantarku kemanapun aku ingin pergi. Dia selalu ada disampingku beberapa bulan ini. Dia selalu menjadi sandaran tempatku berkeluh kesah selama beberapa waktu ini. Kehadirannya begitu berarti dalam hidupku. Lagi lagi aku kembali mencintainya. Bahkan semakin mencintainya lebih dari perasaanku yang dulu. Melewati hari hari bersamanya, melakukan hal hal bersama dia, semua itu membuat hari hariku semakin lebih bermakna. Entah apa yang harus aku katakan, dirinya yang sekarang begitu membawa pengaruh pada kehidupanku. Membuatku bisa kembali ceria tanpa harus merasakan rasa sakit yang dulu pernah menggores hatiku. Terimakasihh yudiansyah. Yudiku. I love you more biii