Jumat, 21 Juli 2017

Malam Yang Sendu

Malam ini suram. Semuram hatiku.
Lagilagi kekhawatiran itu muncul bak momok menakutkan dalam hidupku. Aku takut hal itu terjadi untuk yang kedua kalinya.

Aku membungkam. Tak sanggup harus berkata apa. Batinku berkecamuk, seiring degup jantungku yang berdebar tak karuan.

Aku merindukannya. Sudah 2 hari ini aku sangat merindukannya entah kenapa. Hingga akhirnya rasa itu muncul. Rasa yang aneh yang membuatku teramat takut kehilangan dirinya.

Aku hanya bisa duduk manis tertunduk didepan laptop. Tak tau harus bagaimana. Rasanya ada sedikit kulit mengelupas ditubuhku. Sedikit perih, namun aku menahannya.

Bayangan itu selalu muncul. Bayangan yang membuatku takut muak dan serasa ingin muntah.
Aku benci perasaan seperti ini. Aku benci bagaimana dia mengabaikan ku.
Aku tak bisa marah pada siapapun, bahkan pada keadaan sekalipun tidak.
Aku juga tak bisa marah pada dirinya. Sebab aku sangat menghormatinya sebagai orang yang kuharapkan bisa menjadi imam dalam hidupku.

Aku terdiam di kesunyian malam yang semakin larut. Berusaha menenangkan pikiran dan menetralkan perasaanku untuk bisa berfikir objektif dan tidak terbawa perasaan. Sulit memang, tapi satu satunya cara agar aku bisa tetap mempertahankan hubungan ini adalah dengan bersabar dan berusaha mengerti dirinya. Lelah memang terkadang, tapi jika ini yang terbaik untuk aku dia dan hubungan ini. Maka aku ikhlas melakukannya.